Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Erdogan Peringati 17 Tahun Tsunami Aceh

Ahad 26 Dec 2021 22:23 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Turki Peringati 17 Tahun Tsunami Aceh. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara selama konferensi media pada KTT G20 di Roma, Minggu, 31 Oktober 2021.

Turki Peringati 17 Tahun Tsunami Aceh. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara selama konferensi media pada KTT G20 di Roma, Minggu, 31 Oktober 2021.

Foto: AP/Domenico Stinellis
Erdogan mendoakan seluruh korban bencana tsunami Aceh dan keluarga yang ditinggalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Ahad (26/12) memperingati 17 tahun gempa dan tsunami yang melanda wilayah Aceh, Indonesia pada 2004. Dalam sebuah pesan yang disampaikan melalui video kepada Diaspora Aceh Global, Erdogan mengatakan, ketika tsunami melanda, Turki menjadi salah negara yang sigap membantu Indonesia.

"Kami mengerahkan segala cara untuk Indonesia kapan pun mereka membutuhkannya. Kami menunjukkan sikap ini secara nyata ketika bencana tsunami yang terjadi pada 2004,” kata Erdogan, dilansir Anadolu Agency.

Baca Juga

Erdogan mengatakan, ketika tsunami 2004 pemerintah memberikan dukungan ke Indonesia. Bulan Sabit Merah Turki dan Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) dengan cepat mengirim tim mereka wilayah tersebut dan berkontribusi pada rekonstruksi.

Erdogan mengingat kembali momen ketika dia berkunjung ke Indonesia pada 2005. Erdogan mengatakan saat itu dia berkesempatan melihat sisa-sisa bencana di Banda Aceh.

“Turki telah mengirimkan bantuan lebih dari 75 juta dolar AS untuk pembangunan ke Indonesia. Saya ingin Anda memastikan kami akan melanjutkan dukungan ini sebagai bentuk persaudaraan dan kasih sayang kami," ujar Erdogan.

Dalam pidatonya, Erdogan mendoakan seluruh korban bencana tsunami Aceh dan keluarga yang ditinggalkan. Terjangan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan sebagian wilayah pesisir Aceh, terjadi hanya dalam waktu 30 menit dengan ketinggian hingga 30 meter dan kecepatan mencapai 100 meter per detik atau 360 kilometer per jam. Akibatnya, lebih dari 120 ribu orang meninggal dunia dalam bencana tersebut.

Lebih dari 600 ribu orang harus mengungsi. Kemudian sekitar 139 ribu rumah rusak, dan 2.600 kilometer jalan rusak, termasuk 669 bangunan pemerintah.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA