Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Jangan Sampai Salah Pilih, Ini yang Harus Diperhatikan Saat Mencari Rumah Pertama

Sabtu 25 Dec 2021 14:57 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Dwi Murdaningsih

Rumah yang ingin dibeli (ilustrasi)

Rumah yang ingin dibeli (ilustrasi)

Foto: Istimewa
Keterjangkauan merupakan salah satu faktor esensial sebelum membeli rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri properti terus berkembang, meskipun dibayangi pandemi Covid-19. Data perkembangan industri properti Bank Indonesia menunjukkan penjualan properti pada kuartal III 2021 tumbuh sebesar 13,95 persen dibanding tahun yang sama di periode sebelumnya. 

Generasi milenial yang berada di rentang usia 24 sampai 39 tahun mungkin sudah memiliki atau sudah berencana membeli rumah dan hunian untuk masa depan. Saat ini mereka sedang berada di rentang usia produktif dan banyak di antaranya adalah konsumen properti untuk pertama kali.

Baca Juga

Penting bagi generasi milenial untuk tahu apa saja sih yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah? Apakah perlu mempertimbangkan pembelian rumah baru (primer) atau seken (sekunder)? Bagaimana dengan harga rumah, sistem pembayaran hingga fasilitas dari penyedia atau developer? 

Ketahui pertimbangan pembelian rumah

Keterjangkauan merupakan salah satu faktor esensial bagi sebagian orang sebelum membeli properti. Selain itu, faktor utama lain yang tak kalah pentingnya adalah lokasi properti yang sesuai dengan tempat mereka beraktivitas.

Johanes Thung, Senior Sales & Business Development Pinhome mengatakan salah satu yang harus diperhatikan adalah luas tanah dan luas bangunan. Mungkin untuk keluarga kecil luas tanah sekitar 60m2 dengan dua kamar sudah cukup. Namun saat seseorang sudah memiliki dua anak, kebutuhannya menjadi berubah karena membutuhkan area yang lebih luas dan ruangan yang lebih banyak. 

“Untuk milenial, aksesibilitas juga harus menjadi pertimbangan sebelum membeli properti, karena mereka akan cenderung memilih hunian yang dekat dengan akses transportasi, fasilitas umum, dan layanan-layanan lainnya,” kata Johanes, dalam keterangannya.

Siapkan kebutuhan finansial

Pilihan properti atau rumah primer dan sekunder memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, sesuai dengan kebutuhan pembelinya. Dalam proses pembelian rumah, tidak hanya biaya pembelian rumah yang harus disiapkan. Ada juga beberapa biaya untuk kebutuhan administrasi lainnya, baik saat pembelian maupun setelah pembelian rumah.  

Biaya pembelian biasanya mencakup uang muka, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Biaya Akta Jual Beli (AJB) dan balik nama, serta biaya KPR. Untuk pembelian rumah sekunder, akan ada pula biaya tambahan yaitu biaya notaris dan biaya appraisal. Biaya setelah pembelian biasanya meliputi biaya pengisian perabotan dan biaya pemeliharaan. Untuk rumah sekunder mungkin ada biaya lain yang harus dikeluarkan seperti biaya renovasi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA