Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Pil Pfizer Resmi Jadi Obat Covid-19 Rumahan Pertama

Jumat 24 Dec 2021 06:00 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Sebelumnya, obat Covid-19 Pfizer diberikan di rumah sakit melalui infus dan suntikan (Foto: ilustrasi)

Sebelumnya, obat Covid-19 Pfizer diberikan di rumah sakit melalui infus dan suntikan (Foto: ilustrasi)

Foto: www.freepik.com
Sebelumnya, obat Covid-19 Pfizer diberikan di rumah sakit melalui infus dan suntikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Paxlovid dari Pfizer resmi jadi obat Covid-19 rumahan pertama yang disetujui di Amerika Serikat (AS). Sebelumya, obat-obat Covid-19 yang digunakan di AS harus diberikan melalui infus atau suntikan.

Kehadiran Paxlovid dinilai menjadi batu loncatan baru dalam menekan kasus, kematian, dan perawatan di rumah sakit akibat Covid-19 yang saat ini sedang meningkat. Paxlovid digadang-gadang sebagai obat Covid-19 yang lebih cepat dan lebih murah, meski saat ini ketersediaannya masih sangat terbatas.

Baca Juga

Dalam waktu dekat, obat antivirus dari Merck juga akan mendapatkan otorisasi di AS. Akan tetapi, obat dari Pfizer tampak lebih baik karena memiliki efek samping yang ringan dan sangat efektif. Paxlovid bahkan dapat menurunkan tingkat perawatan di rumah sakit dan kematian di antara pasien Covid-19 berat sampai 90 persen.

"Efikasinya tinggi, efek sampingnya rendah, dan ini obat oral (diminum). Ini memenuhi semua kriteria yang diinginkan," ujar Dr Gregory Poland dari Mayo Clinic, seperti dilansir PBS, Jumat (24/12).

Untuk saat ini, Food and Drug Administration memberikan izin penggunaan Paxlovid bagi orang dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas yang positif Covid-19, memiliki gejala awal, dan berisiko tinggi untuk dirawat di rumah sakit.

Kelompok yang diperbolehkan untuk mendapatkan Paxlovid termasuk lansia dan individu dengan komorbid, seperti obesitas dan penyakit jantung. Anak yang boleh mendapatkan obat ini harus memiliki berat badan minimal 40 kilogram.

Baik obat dari Pfizer maupun Merck dinilai efektif untuk melawan varian omicron. Alasannya, kedua obat ini tidak bekerja dengan menarget spike protein di mana kebanyakan mutasi pada berbagai varian terjadi.

Pfizer untuk sementara memiliki 180 ribu paket pengobatan yang tersedia di dunia. Sekitar 60-70 ribu akan dialokasikan ke AS. Keterbatasan pasokan obat Paxlovid ini berkaitan dengan waktu pembuatan yang mencapai sembilan bulan. Pfizer mengatakan tahun depan waktu pembuatan ini akan dipangkas setengahnya sehingga dapat memproduksi 80 juta paket pengobatan untuk dunia.

Meski sudah ada obat baru, para ahli mengungkapkan bahwa vaksinasi masih menjadi jalan yang terbaik untuk berlindung dari ancaman Covid-19. Namun, mengingat cakupan vaksinasi yang belum merata, kehadiran obat yang bisa diminum di rumah dapat berkontribusi penting dalam mengendalikan gelombang infeksi saat ini dan ke depannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA