Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Hadiri Muktamar NU, Cak Imin: Kedua Calon Sama-Sama Terbaik

Rabu 22 Dec 2021 13:44 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar sebut dua kader calon ketua umum PBNU itu merupakan kader terbaik.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar sebut dua kader calon ketua umum PBNU itu merupakan kader terbaik.

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Kedua calon Ketum PBNU tersebut merupakan kader terbaik NU.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG TENGAH -- Dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung, sejauh ini, terdapat dua kandidat kuat yang akan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026. Keduannya yaitu KH Said Aqil Siroj dan Yahya Cholil Staquf. 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai, kedua calon Ketum PBNU tersebut merupakan kader terbaik NU. "Dua-duanya adalah sama-sama PBNU, sama-sama terbaik," ujar Cak Imin saat diwawancara sebelum memasuki acara pembukaan Muktamar NU ke-34 di Ponpes Darussa'adah, Lampung Tengah, Rabu (22/12). 

Baca Juga

Karena itu, menurut dia, dalam proses pemilihannya nanti harus bisa mengedepankan musyawarah mufakat. Dia pun berharap, Muktamar NU ke-34 ini bisa berjalan dengan lancar dan damai. 

"Semoga muktamar berjalan lancar aman damai. Salah satu spirit nilai yang harus dikembangkan dalam Muktamar NU adalah demokrasi berbasis musyawarah mufakat," ucap Cak Imin.

Karena, lanjut dia, demokrasi bangsa ini sekarang sudah semakin maju dan sudah cenderung mengakui bahwa musyawarah mufakat adalah jalan terbaik demokrasi. "Kita yakin dan optimis musyawarah mufakat jalan terbaik," kata dia.

Dalam Muktamar kali ini juga ada dua calon alternatif yang diisukan akan maju sebagai calon Ketum PBNU, yaitu KH As’ad Said Ali dan KH Marzuki Mustamar. Namun, menurut Cak Imin, hal itu tidak menjadi masalah. 

Meskipun nantinya ada empat calon yang akan maju, diharapkan tetap bisa musyawarah mufakat. "Tiga atau empat yang penting musyawarah mufakat," jelas Cak Imin. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA