Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Taliban Akui Kesalahan dalam Pimpin dan Kelola Afghanistan

Selasa 14 Dec 2021 19:54 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nashih Nashrullah

 Taliban mengaku akan terbuka dengan dunia luar. Ilustrasi tentar Taliban

Taliban mengaku akan terbuka dengan dunia luar. Ilustrasi tentar Taliban

Foto: AP/Felipe Dana
Taliban mengaku akan terbuka dengan dunia luar

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi mengatakan para penguasa baru Taliban Afghanistan pada prinsipnya berkomitmen pada pendidikan dan pekerjaan untuk anak perempuan dan perempuan.

Dia pun mengakui kelompok itu telah melakukan kesalahan selama bulan-bulan awal memimpin Afghanistan. 

 

Muttaqi mengakui Taliban telah membuat kesalahan dalam bulan-bulan pertama berkuasa. "Kami akan bekerja untuk lebih banyak reformasi yang dapat menguntungkan bangsa," ujarnya tanpa merinci kesalahan atau kemungkinan reformasi.

 

Menurut Muttaqi, Taliban menyadari kemarahan dunia atas pembatasan yang diberlakukan Taliban pada pendidikan anak perempuan dan perempuan dalam dunia kerja. 

 

Di banyak bagian Afghanistan, siswa perempuan antara kelas 7 dan 12 tidak diizinkan pergi ke sekolah sejak Taliban mengambil alih. Banyak pegawai negeri perempuan diperintahkan untuk tinggal di rumah. 

 

Para pejabat Taliban mengatakan mereka membutuhkan waktu untuk membuat pengaturan pemisahan gender di sekolah dan tempat kerja. Muttaqi mengatakan Taliban telah berubah sejak terakhir memerintah. 

 

"Kami telah membuat kemajuan dalam administrasi dan politik ... dalam interaksi dengan bangsa dan dunia. Dengan berlalunya hari, kami akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dan membuat lebih banyak kemajuan," kata Muttaqi berbicara dalam bahasa Pashto selama wawancara di gedung Kementerian Luar Negeri di jantung ibu kota Kabul pada akhir pekan. 

 

Muttaqi mengatakan bahwa di bawah pemerintahan baru Taliban, anak perempuan akan bersekolah hingga kelas 12 di 10 dari 34 provinsi di negara itu. 

 

Sedangkan sekolah swasta dan universitas beroperasi tanpa hambatan, dan 100 persen perempuan yang sebelumnya bekerja di sektor kesehatan kembali bekerjaan. "Ini menunjukkan bahwa kami pada prinsipnya berkomitmen untuk partisipasi perempuan," katanya. 

 

Muttaqi menyatakan pemerintah Taliban menginginkan hubungan baik dengan semua negara dan tidak memiliki masalah dengan Amerika Serikat (AS). Dia mendesak Washington dan negara-negara lain untuk melepaskan lebih dari 10 miliar dolar Amerika Serikat dana yang dibekukan. 

 

"Sanksi terhadap Afghanistan tidak akan ... tidak ada manfaatnya. Membuat Afghanistan tidak stabil atau memiliki pemerintah Afghanistan yang lemah bukanlah kepentingan siapa pun,” kata Muttaqi. 

 

Selain itu Muttaqi mengklaim Taliban tidak menargetkan lawan mereka, malah mengumumkan amnesti umum dan memberikan perlindungan. Para pemimpin pemerintahan sebelumnya hidup tanpa ancaman di Kabul, meskipun sebagian besar dari mereka telah melarikan diri.

Bulan lalu, kelompok internasional Human Rights Watch menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa Taliban membunuh atau menghilangkan secara paksa lebih dari 100 mantan polisi dan pejabat intelijen di empat provinsi. Namun, belum ada laporan tentang retribusi besar-besaran.     

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA