Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Penyebab Gempa NTT

Selasa 14 Dec 2021 16:17 WIB

Rep: Havid Al Vizki/ Red: Fian Firatmaja

Petugas menunjukan seismogram yang merekam kekuatan gempa yang disebabkan oleh erupsi gunung api Ili Lewotolok di desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata, NTT, Rabu (2/12/2020). Berdasarkan laporan pos pemantauan Gunung Ili Lewotolok, aktivitas gunung api tersebut masih fluktuatif, yakni erupsi masih terus terjadi dengan intensitas sedang dan tinggi.

Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
EMBED
BMKG mengatakan gempa yang terjadi di Laut Flores disebabkan patahan geser.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah gempa bumi dangkal. Ia menjelaskan gempa tersebut terjadi akibat adanya aktivitas sesar atau patahan aktif di Laut Flores.

Dwikorita mengatakan gempa yang terjadi di Laut Flores disebabkan patahan geser atau strike fault. Dia juga menjelaskan gempa tersebut dirasakan di daerah Ruteng, Labuan Bajo, Larantuka hingga Lembata.

Ia menambahkan, intensitas guncangan mencapai skala tiga hingga empat MMI. Ia sampaikan, gempa dirasakan oleh masyarakat sekitar pada siang hari.

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA