Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

KNEKS Ungkap Percepatan Perkembangan Industri Halal 

Kamis 09 Dec 2021 16:18 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha

Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Ventje Rahardjo.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Ventje Rahardjo.

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Sejumlah upaya dilakukan KNEKS untuk jadikan Indonesia negara produk halal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Keuangan Syariah (KNEKS) menyebut potensi konsumsi global halal semakin besar. Berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Report menunjukkan sebanyak 1,9 juta muslim dunia melakukan spending 2,02 triliun dolar AS terhadap enam sektor riil ekonomi syariah dan industri halal dan memiliki 2,88 triliun dolar AS aset keuangan syariah.

Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo mengatakan Indonesia berupaya mempercepat perkembangan industri halal. Saat ini sudah mulai muncul tiga kawasan industri halal di Indonesia yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian yakni modern halal value Cikande, halal industrial Park Sidoarjo, dan Bintan Inti Halal Hub.

Baca Juga

“Dan terdapat 11 potensi kawasan industri halal yang sedang berproses dan dalam tahap perencanaan,” ujarnya saat webinar Perkembangan Industri Halal dan Peran Perbankan Syariah, Kamis (9/12).

Menurutnya saat ini juga sudah terdapat tiga lembaga pemeriksaan halal di Indonesia diantaranya LPPOM MUI, PT Surveyor (Persero), dan Sucofindo. “Tidak lama juga akan muncul lembaga pemeriksa halal yang baru,” ucapnya.

Ventje mencatat nilai impor produk halal Indonesia sebesar 144 miliar dolar AS per tahun, dengan produk unggulan makanan dan minuman, farmasi dan kosmetik, dan fashion. 

“Kami terus mendorong untuk memenuhi pangsa pasar domestik dan global,” ucapnya. 

Ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian atau lembaga agar bergerak bersama inisiatif dalam porsinya masing-masing. 

“Hal ini untuk mewujudukan Indonesia sebagai pusat halal dunia termasuk pemimpin ekonomi syariah global,” ucapnya.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA