Kamis 09 Dec 2021 15:33 WIB

AS Pasok Senjata dan Latih Tentara Ukraina

Paket bantuan keamanan AS berisi senjata ringan dan amunisi telah tiba di Ukraina.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Tentara Ukraina berada di chekpoint Ukraina Timur.
Foto: AP
Tentara Ukraina berada di chekpoint Ukraina Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Juru bicara Pentagon John Kirby pada Rabu (8/12) mengatakan, paket terakhir dari bantuan keamanan senilai 60 juta dolar AS akan tiba di Ukraina minggu ini. Paket tersebut di antaranya berisi senjata ringan dan amunisi.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyetujui paket tersebut pada 1 September saat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi Gedung Putih. Kirby mengatakam, bantuan itu terdiri dari elemen mematikan, seperti rudal anti-tank Javelin, serta elemen tidak mematikan.

 

Paket keamanan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri Ukraina, terutama dengan terjadinya peningkatan pasukan Rusia di dekat perbatasan negara.  AS telah mengamati gerakan itu dengan keprihatinan yang semakin besar. Para pejabat AS telah menghubungi rekan-rekannya di NATO dan Eropa untuk mengoordinasikan tanggapan jika Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk menyerang Ukraina.

 

Kirby mengatakan, tahun ini, AS telah mengirimkan bantuan keamanan ke Ukraina, sekitar 450 juta dolar AS termasuk elemen yang tiba minggu ini.  Sejak 2014, ketika Rusia menginvasi dan menduduki semenanjung Krimea, AS telah memberikan bantuan ke Ukraina senilai lebih dari 2,5 miliar dolar AS.

 

Selain itu, militer AS juga membantu melatih pasukan Ukraina. Pada November, sekitar 150 anggota Satgas Gator Garda Nasional Florida dikerahkan ke Ukraina sebagai bagian dari Kelompok Pelatihan Multinasional Gabungan-Ukraina, menggantikan Garda Nasional Washington.

 

Kelompok pelatihan yang didirikan pada 2015 itu, dirancang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina. Selain Satgas Gator, Komando Operasi Khusus Eropa memiliki peran besar dalam melatih dan memberi nasihat kepada pasukan khusus Ukraina melalui latihan, komunikasi dan koordinasi di setiap eselon.

 

"Pelatihan dengan mitra Ukraina kami menumbuhkan kepercayaan, memperkuat kesiapan, dan mengembangkan hubungan, yang pada gilirannya mempromosikan perdamaian dan stabilitas di seluruh Eropa," kata juru bicara Pentagon, Anton Semelroth, dilansir CNN, Kamis (9/12).

 

Pentagon tidak merinci tentang jadwal pelatihan, operasi atau penempatan. Pentagon juga tidak memberikan informasi jika ada jadwal yang berubah sehubungan dengan pengerahan pasukan Rusia di dekat Ukraina.

 

Pentagon mengatakan, marinir dari Eropa dan AS beroperasi di seluruh benua untuk latihan. Ribuan Marinir dari Pasukan Ekspedisi Marinir II akan ambil bagian tahun depan dalam latihan Respon Dingin dua tahunan di Norwegia.

 

Angkatan Darat AS, Eropa dan Afrika berlatih di Polandia, Lituania, Rumania, Jerman, Belanda, dan Yunani. Sedangkan Brigade Bantuan Pasukan Keamanan ke-4 memiliki tim rotasi di Georgia, Latvia, Makedonia Utara, Polandia, dan Rumania. Brigade Artileri Pertahanan Udara ke-164 Garda Nasional Florida berada di Ansbach, Jerman.

Baca Juga

Advertisement
Berita Lainnya