Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

KTT Halal Summit, Menggali Potensi Industri Halal Indonesia Pascapandemi

Rabu 08 Dec 2021 18:56 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Konferensi Tingkat Tinggi Halal Dunia (World Halal Summit) ke-7, di Istanbul Congress Center (ICC), Istanbul, Turki.

Konferensi Tingkat Tinggi Halal Dunia (World Halal Summit) ke-7, di Istanbul Congress Center (ICC), Istanbul, Turki.

Foto: Dok Istimewa
Indonesia berpotensi besar sebagai pusat industri halal dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PP Pemuda Persis, Ibrahim Nasrul Haq Alfahmi menjadi delegasi Indonesia mewakili Organisation of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia dalam acara  Konferensi Tingkat Tinggi Halal Dunia (World Halal Summit) ke-7, di Istanbul Congress Center (ICC), Istanbul, Turki.

Kegiatan dengan tema “New Era & New Normals: Necessity of Halal Production and Comsumption” ini bertujuan untuk mempertemukan para perwakilan berbagai negara anggota OKI serta memamerkan karya-karya halal dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi. 

Baca Juga

Menurut Ibrahim, World Halal Summit (WHS) yang digelar diadakan pada 25-27 November 2021 lalu adalah peluang bagi semua pihak yang berkepentingan dalam industri halal tak terkecuali Indonesia untuk menawarkan konsepsi industri halal sebagai upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. 

Dia menyebut, Indonesia memiliki potensi sangat besar dalam pengembangan industri halal, maka pemerintah baik pusat dan daerah bersama-sama dengan masyarakat harus mampu melakukan akselerasi dalam implementasi strategi utama untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, makmur, dan madani.

“Hal ini diwujdkan dengan menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka dunia sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024,"ujar dia dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (8/12). 

Lebih lanjut, untuk pengembangan industri halal, Ibrahim mengingatkan kepada pemerintah untuk fokus melakukan  beberapa hal strategis yang  harus dilakukan di antaranya penguatan halal value chain (rantai nilai halal), penguatan keuangan syariah , penguatan UMKM dan penguatan ekonomi digital. 

Pengembangan ekonomi halal ini senafas dengan visi gerakan Pemuda Persis hari ini yang mengangkat tema berdakwah dan berdampak. 

Sebab ekonomi halal tidak hanya berbicara produksi dan konsumsi halal melainkan juga berbicara dakwah Islam, dimana Islam selalu menawarkan jawaban persoalan hidup dan mengutamakan kesejahteraan umat manusia. 

“Saya mengingatkan kepemimpinan Presiden Jokowi-Ma'ruf memiliki utang dalam melaksanakan empat strategi tersebut, yaitu penguatan halal value chain, penguatan keuangan syariah , penguatan UMKM dan penguatan ekonomi digital,"ujar dia. 

Untuk mencapai kemasalahatan ekonomi umat, Ibrahim berharap pemerintah fokus dan konsisten mendorong pengembangan ekonomi halal dengan menjaga kondusivitas masyarakat agar tidak disibukkan pada perdebatan yang tidak perlu.  

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA