Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Mengapa Harus Berbisnis dengan Bank Syariah?

Rabu 08 Dec 2021 11:59 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Perbankan Syariah.   (ilustrasi)

Perbankan Syariah. (ilustrasi)

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Perbankan syariah wajib menyalurkan zakat dari keuntungannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbankan syariah memiliki keunggulan lebih menggerakkan sektor riil daripada sistem konvensional. Pengamat Ekonomi Syariah, Greget Kalla Buana mengatakan sektor ekonomi dalam Islam terbagi menjadi tiga yakni finansial, sosial, dan riil.

"Ini juga yang menjadi keunikan perbankan syariah, ketiga sektor ini terhubung dan saling menggerakkan," katanya pada Republika.co.id, Rabu (8/12).

Baca Juga

Ini juga menjadi potensi sekaligus tantangan bank syariah untuk mewujudkan kondisi yang ideal tersebut. Greget mengatakan industri perbankan syariah diharapkan tidak hanya berorientasi profit dan angka-anga pertumbuhan seperti aset, pembiayaan, dana pihak ketiga, dan lainnya.

Melainkan juga mempertimbangkan dampak dan manfaat yang luas serta terukur. Terpenting, bisa dirasakan oleh masyarakat, negara, maupun industri perbankan syariah itu sendiri.

Ini juga telah sejalan dengan peta jalan pengembangan keuangan berkelanjutan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Direktur Keuangan dan Strategi Bank Syariah Indonesia, Ade Cahyo Nugroho dalam kesempatan berbeda menyampaikan, perbankan syariah selalu konsisten mengajak mitra, nasabah, dan masyarakat untuk bersama berbuat kebaikan.

"Ini yang membedakan, ini yang kita tawarkan, dengan semakin memajukan perbankan syariah maka dampak sosial kemasyarakatan akan semakin tinggi, kita menawarkan beyond banking," katanya dalam BSI Market Outlook 2022, Selasa (7/12).

Cahyo mengatakan, ujung dari pengembangan bank syariah adalah sosial. Ia mencontohkan dari sisi zakat dan donasi. Perbankan syariah wajib menyalurkan zakat dari keuntungannya. Semakin besar profit, maka akan semakin besar zakat yang tersalurkan pada masyarakat yang membutuhkan.

Sumber zakat lembaga keuangan syariah juga tidak hanya dari profit, tapi dari perusahaan atau karyawannya, juga nasabah dan masyarakat. Cahyo mengatakan, BSI dapat menghimpun dana donasi dan ziswaf hingga Rp 8 miliar sampai Rp 10 miliar per bulannya dari nasabah.

"Kita takjub sekali setiap bulannya rata-rata ada 200 ribu sampai 250 ribu nasabah yang rutin berzakat melalui aplikasi BSI Mobile, dan bisa terhimpun Rp 8 miliar sampai Rp 10 miliar, setahun mencapai Rp 120 miliar, dan dari karyawan kami Rp 100 miliar," katanya.

Maka dari itu, Cahyo menyampaikan berbisnis dengan perbankan syariah dapat membawa lebih banyak manfaat dan keberkahan. Perbankan syariah tidak hanya siap bermitra dari sisi bisnis dengan pelayanan yang sama baiknya dengan konvensional, tapi juga secara sosial dan spiritual agar bersama menjadi lebih baik.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA