Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Era Digital, Medsos Jadi Cara Pengusaha Ini Majukan Bisnis

Rabu 08 Dec 2021 02:20 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Beragam media sosial (ilustrasi)

Beragam media sosial (ilustrasi)

Foto: Alexander Shatov Unsplash
Media sosial dinilai punya kekuatan dalam menjangkau banyak kalangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekuatan media sosial (medsos) terbukti mampu mendorong isu apapun mengemuka. Tak hanya itu, medsos juga kini kian dianggap efektif sebagai motor penggerak promosi.

Seperti yang dilakukan oleh pengusaha muda Tanah Air, Ade Hilwan. Bermodal mimpi yang besar serta kelihaiannya dalam membidik peluang, Ade Hilwan alias Hilwan Aprisardi kini mampu memimpin Rinjani Royal Cosmetindo yang menaungi bisnis skincare-nya, Adera Cosmetic.

Baca Juga

“Peluang pertama yang saya lihat adalah ketika saya melihat sosial media itu penggunanya ada miliaran orang. Dari sana saya berpikir kenapa saya tidak tawarkan produk saya kepada pengguna medsos. Pertama dengan post di grup jual beli dan pada akhirnya mengenal iklan facebook yang bisa menjangkau jutaan orang,” kata dia di Jakarta, Selasa (7/12).

Baginy, medsos adalah jalan yang lebih mudah dibandingkan harus mengiklankan produknya secara konvensional melalui baliho dan memasarkannya melalui toko-toko daring.

“Dari sana saya melihat peluang. Daripada harus menjual produk saya di toko dan memasang iklan baliho di jalan, lebih baik saya iklankan di media sosial yang tentunya akan dilihat jauh lebih banyak orang.” 

Tak main-main, setelah memutuskan untuk memulai bisnis skincare, ia lantas melakukan riset pasar. Lagi-lagi tentang peluang, ia ingin memahami skincare apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen. 

“Jika sudah tahu, selanjutnya adalah menyiapkan modal untuk membuat produk tersebut. Yang harus disiapkan adalah modal untuk produksi dan untuk iklan. Kalau sudah tersedia, (kita) tinggal fokus untuk menjalankan iklan untuk produk tersebut,” ujar dia.

photo
Pengusaha muda Tanah Air Ade Hilwan. - (Dok. Pri)
Di tengah berbagai produk skincare lokal yang kian menjamur, ditambah dengan invasi produk-produk skincare Korea Selatan yang juga kian populer di Tanah Air tentu membuat bisnis di sektor ini tidak semudah itu dijalankan. Namun Ade tak ingin menyerah. Baginya selalu ada cara dan selalu ada peluang untuk bersaing. Lewat iklan yang terus menerus ia rilis di pasar medsos yang ramai, bisnisnya pun kian meroket. 

“Strateginya dengan membuat iklan sebanyak-banyaknya untuk mengenalkan produk tersebut kepada masyarakat sosial media. Semakin sering produk tersebut dilihat, maka masyarakat akan semakin penasaran dan ingin mencoba khasiatnya," kata dia.

Konsumen memang mudah datang dan pergi. Tantangan yang sebenarnya adalah bagaimana membuat para konsumen tetap “tinggal” dan rutin memakai produknya, alias menjadi pelanggan tetap. Menanggapinya, pria dengan akun Instagram @adehilwan ini memiliki pendapatnya sendiri. 

“Tentunya diimbangi dengan produk yang bagus dan benar-benar berkhasiat agar konsumen tidak kecewa. Jika produk bagus, konsumen yang sudah membeli akan beli lagi, lalu dia akan cerita ke teman-temannya. Dari cerita mulut ke mulut akan terus ada penjualan walaupun bukan dari iklan," kata Ade.

Kiat-kiat di atas tentu bisa saja gagal dilakukan oleh orang lain yang sedang ingin merintis bisnisnya. Terlebih, kini makin banyak hadir para pebisnis pemula yang terkesan nekat tanpa melakukan pertimbangan dan pemikiran yang matang.  Banyak yang hanya memikirkan kualitas saja, tanpa memikirkan strategi pemasaran yang tepat, atau sebaliknya. Tak ingin pelit, Ade Hilwan memberi saran bagi para pemula mengenai apa yang harus disiapkan untuk memulai bisnis. 

“Tidak muluk-muluk ya, yang harus disiapkan pertama adalah skill dan modal. skill dipergunakan untuk menjalankan iklan dan me-manage sistem yang dipakai dalam perusahan. untuk membagi divisi yang dibutuhkan seperti operasional, pemasaran, dan admin untuk pengiriman. Modal dibutuhkan untuk produksi dan menjalankan iklan. Selebihnya adalah kerja keras dan ketekunan menjalankan produk tersebut agar produk itu laku di pasaran,” ungkap sosok berusia 29 tahun itu.

Lalu, adakah tips sukses berbisnis darinya untuk para entrepreneur pemula? 

“Saya sarankan untuk tidak langsung berspekulasi untuk membuat bisnis dan menjalankan produk sendiri. Pelajari dulu sistem bisnis dan teknis pemasaran agar tidak buang modal. Jika ilmu bisnis dan teknik pemasaran belum dikuasai, tentu produk yang dibuat tidak laku di pasaran dan jatuhnya merugi,” kata dia. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB