Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Uni Emirat Arab Pererat Hubungan dengan Iran

Selasa 07 Dec 2021 14:18 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

 Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani, kanan, berbicara dengan penasihat keamanan nasional utama Uni Emirat Arab Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan selama pertemuan mereka di Teheran, Iran, Senin, 6 Desember 2021. Kunjungan Sheikh Tahnoon dilakukan sebagai Emirates dan Arab Saudi sama-sama bernegosiasi dengan Iran di tengah upaya di Wina untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Teheran yang compang-camping dengan kekuatan dunia.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani, kanan, berbicara dengan penasihat keamanan nasional utama Uni Emirat Arab Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan selama pertemuan mereka di Teheran, Iran, Senin, 6 Desember 2021. Kunjungan Sheikh Tahnoon dilakukan sebagai Emirates dan Arab Saudi sama-sama bernegosiasi dengan Iran di tengah upaya di Wina untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Teheran yang compang-camping dengan kekuatan dunia.

Foto: AP/Vahid Salemi
Iran dinilai sebagai negara kuat yang memiliki kedudukan geopolitik unik.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Uni Emirat Arab (UEA) ingin mempererat hubungannya dengan Iran. Menurutnya, Teheran memiliki peran signifikan di kawasan.

“Iran sebagai negara yang luas dan kuat di kawasan ini memiliki kedudukan geopolitik yang unik dan merupakan penghubung antara bagian timur dan barat dunia. Pengembangan hubungan hangat dan persaudaraan antara Abu Dhabi dan Teheran adalah salah satu prioritas UEA,” kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi UEA Sheikh Tahnoon bin ayed Al Nahyan saat bertemu mitranya dari Iran Wakil Laksamana Ali Shamkhani di Teheran, Senin (6/12), dikutip laman Iran Front Page.

Baca Juga

Menurut dia, UEA dan Iran perlu membentuk kelompok kerja khusus yang bertugas menguraikan bidang kerja sama dalam domain ekonomi berbeda. Kelompok itu pun difungsikan mengidentifikasi hambatan dalam hubungan bilateral dan mengatasinya.

Sementara itu, Ali Shamkhani mengatakan, stabilitas dan keamanan yang langgeng hanya mungkin jika ada dialog serta kerja sama konstan di antara negara-negara di kawasan. “Hubungan hangat dan bersahabat dengan negara-negara tetangga dan pertukaran potensi ekonomi, perdagangan dan investasi adalah prioritas utama kebijakan luar negeri Republik Islam Iran,” ucapnya.

Dia menekankan, hubungan antara negara-negara kawasan tidak boleh terpengaruh oleh kebijakan campur tangan ekstra-regional. “Negara-negara Teluk Persia, jika mereka bekerja sama dan bekerja bersama, dapat memastikan pembangunan serta kesejahteraan bagi negara mereka sendiri, sambil memainkan peran kunci dalam perekonomian kawasan dan dunia, sebagai pusat energi,” kata Shamkhani.

Shamkhani pun menyarankan agar tidak ada pendekatan militer dalam menyelesaikakn perbedaan antara negara-negara di kawasan. “Untuk mengakhiri perselisihan, pembicaraan dan pemahaman harus menggantikan pendekatan militer,” ujarnya.

Hubungan Iran dan UEA merenggang saat Abu Dhabi bergabung dalam koalisi militer Arab Saudi dalam konflik Yaman pada 2015. Hubungan bilateral kedua negara memburuk saat UEA melakukan normalisasi diploamtik dengan Israel pada September 2020. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara sudah menunjukkan tanda-tanda pendekatan kembali.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA