Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Kemenkeu: Indonesia Jadi Leader Pertumbuhan Ekonomi Global

Selasa 07 Dec 2021 02:17 WIB

Rep: Novita Intan / Red: Nashih Nashrullah

Ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen selama 15-20 tahun terakhir. Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)

Ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen selama 15-20 tahun terakhir. Pertumbuhan Ekonomi (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan
Ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen selama 15-20 tahun terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pemerintah menyebut dalam 20 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas ekonomi global. Indonesia menjadi satu dari tiga negara tidak pernah pertumbuhan ekonomi di bawah angka nol. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada sekitar lima persen bahkan di atas enam persen selama 15 tahun sampai 20 tahun terakhir. 

Baca Juga

"Jadi tiga negara ini, Indonesia, China, dan India ini memang leader pertumbuhan ekonomi. Indonesia selalu selama 15-20 tahun terakhir kita berada di sekitar lima persen kadang di atas enam persen," ujarnya saat webinar Presidensi G20 Manfaat Bagi Indonesia dan Dunia, Senin (6/12). 

Bahkan negara besar, kata dia, pertumbuhan ekonominya kerap di bawah angka global seperti Amerika Serikat hingga Jepang. 

"Negara lain, negara besar seperti Amerika Serikat, Prancis, Brasil, Jepang, itu silih berganti mengalami masalah dengan perekonomiannya. Dalam waktu tertentu pertumbuhan di bawah pertumbuhan ekonomi global," tuturnya. 

Jika disejajarkan dengan negara-negara G20, Indonesia berada diurutan ke-16 secara GDP. Dengan pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas global membuat posisi Indonesia menjadi kuat. 

"Indonesia itu nomor 16 secara GDP, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 20 tahun terakhir itu tak pernah di bawah global. Itu yang membuat posisi Indonesia semakin kuat dan makin strategis dan posisi Indonesia sangat diperhitungkan," ucapnya. 

Kedepan Febrio menyebut  pemulihan ekonomi global perlu dilakukan bersama. Tak bisa hanya satu atau beberapa negara yang pulih. 

"Ketika kita ingin pulih dari pandemi, pulihnya harus bersama-sama. Kalau tidak bersama-sama, itu tidak mungkin karena penyebab krisis kita secara global sekarang adalah kesehatan, persisnya virus, obatnya belum ada, hanya vaksin," ucapnya.  

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA