Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Ilhan Omar Yakin Pelosi Tindak Tegas Nyinyiran Rasialis

Senin 06 Dec 2021 20:54 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Ilhan Omar Yakin Pelosi Tindak Tegas Nyinyiran Rasialis. Dalam foto 20 April 2021 ini, Rep. Ilhan Omar, D-Minn., berbicara di Brooklyn Center, Minn., selama konferensi pers di lokasi penembakan fatal Daunte Wright oleh seorang petugas polisi selama lalu lintas berhenti.

Ilhan Omar Yakin Pelosi Tindak Tegas Nyinyiran Rasialis. Dalam foto 20 April 2021 ini, Rep. Ilhan Omar, D-Minn., berbicara di Brooklyn Center, Minn., selama konferensi pers di lokasi penembakan fatal Daunte Wright oleh seorang petugas polisi selama lalu lintas berhenti.

Foto: AP/Morry Gash
Seorang anggota Kongres menyebut Omar sebagai anggota pasukan jihad.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Ilhan Omar yakin Ketua House of Representatives Nancy Pelosi akan mengambil tindakan tegas dalam beberapa hari mendatang atas nyinyir rasialis yang diucapkan Lauren Boebert kepadanya. Sebelumnya, anggota kongres dari Partai Republik itu berkomentar tentang Omar yang telah dikecam sebagai Islamofobia.

Boebert menggambarkan Omar, seorang Muslim yang lahir di Somalia, sebagai anggota "pasukan jihad" pada sebuah acara di negara bagian Colorado bulan lalu. Boebert juga mengatakan aman untuk naik bersamanya di lift gedung Kongres Capitol Hill jika Omar tidak mengenakan ransel.

Baca Juga

Boebert, yang merupakan anggota parlemen periode pertama yang telah bersumpah menentang undang-undang senjata Washington, ini telah meminta maaf atas komentar tersebut. Akan tetapi, panggilan telepon antara kedua wanita itu berakhir dengan rasa kebencian lantaran Boebert tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan.

Demokrat kemudian meminta DPR untuk mencopot Boebert dari tugas komitenya untuk apa yang mereka sebut kefanatikan anti-Muslim. "Saya telah berbicara dengan ketua DPR, dan saya sangat yakin dia akan mengambil tindakan tegas pekan depan," kata Omar kepada program "State of the Union" CNN, Senin (6/12).

"Ketika saya pertama kali masuk Kongres, saya khawatir saya tidak akan diizinkan dilantik karena ada larangan jilbab. Dia (Pelosi) berjanji kepada saya dia akan mengurusnya. Dia memenuhi janji itu. Dia membuat janji lain kepada saya dia akan mengurus ini. Dan saya percaya padanya," tambahnya.

Sementara itu, tidak ada komentar langsung dari Pelosi atau pun Boebert terkait hal ini. Namun pemimpin Partai Republik Kevin McCarthy membela Boebert pekan lalu, dengan mengatakan Boebert telah meminta maaf secara terbuka dan pribadi kepada Omar.

Di sisi lain, Omar tidak mengatakan tindakan apa yang mungkin diambil Pelosi. Bulan lalu, DPR yang dikuasai Demokrat telah mengecam anggota DPR dari Partai Republik, Paul Gosar, atas sebuah video anime yang menggambarkan dia membunuh anggota Kongres wanita yang progresif dari Demokrat, Alexandra Ocasio-Cortez, dan mengayunkan sepasang pedang ke Presiden Joe Biden.

DPR juga mencopot anggota Kongres dari Partai Republik Marjorie Taylor Greene dari tugas komitenya awal tahun ini karena pernyataan sebelumnya yang mendukung kekerasan terhadap Demokrat. Baik Boebert, Gosar dan Greene semuanya konservatif garis keras dan sekutu vokal mantan Presiden AS Donald Trump.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA