Senin 06 Dec 2021 10:16 WIB

Spotify Hapus Sejumlah Konten Komedian Populer Dunia

Spotify hapus konten paran komedian karena masalah royalti.

Spotify telah menarik konten-konten dari sejumlah komedian populer, termasuk Kevin Hart, Tiffany Haddish, John Mulaney, dan Jim Gaffigan karena masalah royalti.
Foto: EPA-EFE/MATTIA SEDDA
Spotify telah menarik konten-konten dari sejumlah komedian populer, termasuk Kevin Hart, Tiffany Haddish, John Mulaney, dan Jim Gaffigan karena masalah royalti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spotify telah menarik konten-konten dari sejumlah komedian populer, termasuk Kevin Hart, Tiffany Haddish, John Mulaney, dan Jim Gaffigan karena masalah royalti. Dikutip dari The Verge, Senin (6/12), dilaporkan pertama kali oleh The Wall Street Journal, sejumlah komedian meminta royalti ketika lelucon mereka diputar di radio dan layanan seperti Spotify, Pandora, YouTube, dan SiriusXM.

Upaya para komedian tersebut didukung oleh perusahaan administrasi hak asasi global, Spoken Giants, yang bekerja untuk memastikan bahwa para entertainer atau penghibur diberikan kompensasi untuk konten kata-kata yang diucapkan mereka. Seperti yang dicatat WSJ, ketika layanan digital memutar konten mereka, komedian biasanya dibayar oleh label atau distributor mereka, bekerja sama dengan organisasi SoundExchange. 

Baca Juga

Namun secara teknis, mereka tidak diberi kompensasi untuk menulis konten itu. Spoken Giants berharap ada perubahan terkait hal tersebut. 

Setelah gagal bernegosiasi dengan Spoken Giants, Spotify menghapus ratusan konten para komedian. Dalam sebuah pernyataan kepada WSJ, Spotify mengatakan bahwa mereka sudah membayar sejumlah uang untuk konten yang dipermasalahkan. 

Hingga kini, belum ada kabar apakah Spotify akan mencoba bernegosiasi lagi dengan Spoken Giant atau akan mengembalikan konten komedian. Akhir tahun ini, Spotify diperkirakan akan memiliki lebih dari 400 juta pengguna. Dengan demikian, komedian yang terkena dampak mungkin akan kehilangan visibilitas dalam jumlah besar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement