Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Menuju Fase Akhir, Simak Segala Hal Seputar Piala Kaisar

Sabtu 04 Dec 2021 06:13 WIB

Red: Israr Itah

Kawasaki Frontale saat menjuarai Piala Kaisar atau Emperor

Kawasaki Frontale saat menjuarai Piala Kaisar atau Emperor

Foto: Dok J league
Kawasaki Frontale adalah juara bertahan Piala Kaisar Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhelatan Piala Kaisar 2021 akan segera memasuki fase akhir. Babak semifinal akan dihelat satu kali pada 12 Desember 2021 mendatang.

Urawa Red Diamonds akan menjamu Cerezo Osaka di Saitama, sedangkan juara bertahan Kawasaki Frontale ditantang Oita Trinita di Kawasaki.

Baca Juga

Pemenang laga ini kemudian akan bertemu di partai final Piala Kaisar 2021 yang akan dihelat di Stadion Nasional Jepang, Ahad (19/12) pukul 12.00 WIB. Pecinta sepak bola Jepang pun akan segera mengetahui jawaban, apakah Frontale bisa mempertahankan gelar yang mereka dapatkan musim lalu.

Sejarah panjang Piala Kaisar

The Emperor's Cup JFA All-Japan Soccer Championship Tournament atau biasa disebut dengan nama Emperor's Cup atau Piala Kaisar adalah kompetisi tertua di Jepang. Tak berlebihan jika ajang ini mirip Piala FA di Inggris. Piala Kaisar sudah berlangsung sejak tahun 1921.

Kompetisi ini sudah bergulir jauh sebelum pembentukan J.League yang mulai bergulir 1992, atau pun kompetisi Liga Jepang amatir sebelum itu, Japan Football League dan Japan Soccer League.

Pemenang Piala Kaisar biasanya disebut sebagai "Tim Terbaik di Jepang" tahun itu, karena memang pesertanya berasal dari seluruh lapisan sepak bola Negeri Matahari Terbit.

Tak hanya klub-klub J.League dari J1 sampai J3, tetapi juga ada klub amatir dari JFL, liga lokal, hingga tim-tim universitas dan SMA dari seluruh penjuru Jepang.

Bahkan sebelum Perang Dunia II berlangsung, ada tim-tim dari Taiwan, Korea, hingga Manchuria yang ikut serta karena saat itu daerah tersebut masuk dalam Kekaisaran Jepang.

Piala Kaisar jadi satu dari dua turnamen sepak bola nasional terkenal di seluruh dunia yang diberi nama dari monarki setempat, bersama Copa del Rey di Spanyol. Karena peserta kompetisi ini berasal dari berbagai lapisan dan kasta, tak jarang terjadi “pembunuhan” tim raksasa oleh tim yang lebih kecil terjadi di Piala Kaisar.

Sejak pembentukan J.League pada 1992, tim-tim profesional kasta teratas hampir selalu mendominasi Piala Kaisar. Meski begitu, bukan tak mungkin adanya giant killing, mengingat format Piala Kaisar yang menggunakan sistem gugur.

Salah satu yang terkenal terjadi pada musim 2003-2004 saat juara J.League 2003, Yokohama F. Marinos, dipaksa bermain imbang 2-2 oleh SMA Funabashi pada ronde ketiga, sebelum susah payah menang adu penalti 4-1.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA