Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Wanita Arab Surati Lewis Hamilton Minta Selamatkan Kakaknya

Jumat 03 Dec 2021 22:22 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton. Wanita surati Lewis Hamilton yang juga dikenal sebagai pembela hak asasi manusia. Ilustrasi.

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton. Wanita surati Lewis Hamilton yang juga dikenal sebagai pembela hak asasi manusia. Ilustrasi.

Foto: AP/Lars Baron/Getty Pool
Wanita surati Lewis Hamilton yang juga dikenal sebagai pembela hak asasi manusia

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Adik dari seorang pria yang dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi meminta juara Formula Satu (F1) Lewis Hamilton untuk membantu menyelamatkan nyawa saudara laki-lakinya. Dua pekan lalu di Qatar, Hamilton mendeklarasikan ajang F1 memiliki kewajiban terikat untuk meningkatkan kesadaran tentang hak asasi manusia.

Deklarasi Hamilton tersebut membuat Zeinab Abu Al-Kheir berpikir pembalap asal Inggris itu mungkin bisa menyelamatkan saudara laki-lakinya, Hussein Abu Al-Kheir, dari hukuman mati. Arab Saudi akan menggelar kontes balapan mobil F1 pertama pada Ahad (6/12) mendatang. Hamilton akan berkompetisi dalam ajang tersebut. Zeinab Abu Al-Kheir berharap ketika berada di Saudi Hamilton dapat menyinggung soal hukuman mati adik laki-lakinya.

Baca Juga

"Lewis, saya menulis surat kepada Anda dengan harapan dapat menyelamatkan hidup saudara laki-laki saya. Hanya menyebut namanya (saudara laki-laki saya), saat Anda berada di Arab Saudi mungkin sudah cukup," tulis Zeinab Abu Al-Kheir dalam surat kepada Hamilton yang ditulis dari kediamannya di Kanada.

Ketika Hamilton ditanya tentang surat itu dalam konferensi pers pra-balapan pada Kamis (2/12), Hamilton mengatakan dia tidak mengetahui surat tersebut. "Saya tidak begitu yakin surat mana yang Anda maksud, jadi saya tidak bisa mengomentari hal itu," ujar Hamilton.

Zeinab Abu Al-Kheir berharap pembalap terkenal seperti Hamilton dapat menggunakan koneksinya untuk membantu membebaskan Hussein Abu Al-Kheir yang mendekam di sebuah penjara di wilayah Tabuk, Saudi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA