Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

350 KK di Muara Angke Kebanjiran, Tapi Pilih tak Mengungsi

Jumat 03 Dec 2021 15:28 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Warga berjalan mengarungi air saat banjir rob melanda di Pelabuhan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 November 2021.

Warga berjalan mengarungi air saat banjir rob melanda di Pelabuhan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 November 2021.

Foto: AP/Tatan Syuflana
Banjir rob di Pelabuhan Muara Angke melanda delapan RT di RW 22 Pluit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 350 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat air pasang (rob) di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (3/12). Banjir rob memang rutin menggenangi kawasan tersebut.

Menurut Lurah Pluit, Helwin Ginting, genangan akibat rob melanda delapan rukun tangga (RT) di rukun warga (RW) 22 Kelurahan Pluit. Di antaranya, RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 06, RT 07, RT 09, dan RT 010 dengan ketinggian air 15-55 sentimeter (cm).

Baca Juga

Helwin mengaku, memonitor kondisi lapangan bersama pengurus RW dan RT untuk menenangkan masyarakat. "Sejauh ini rumah yang terdampak, di mana air masuk ke rumah sebanyak 350 kepala keluarga, tapi tidak ada yang mengungsi karena dianggap genangan biasa," ujar Helwin saat ditemui di lokasi, Jumat.

Dia menjelasksn, anak berusia di bawah tiga tahun dan warga lanjut usia belum ada yang dilaporkan terdampak. Saat ini, sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memunguti sampah di permukaan genangan.

Mereka juga membersihkan tali air dan saluran dari lumpur yang mengendap agar air dapat mengalir secara lancar. Selain itu pengendara bermotor diimbau untuk mengendalikan kecepatan kendaraan agar dorongan air lebih ringan sehingga gelombangnya tidak semakin tinggi ke rumah yang di pinggir jalan.

Kendati belum ada yang mengungsi, menurut Helwin, Kelurahan Pluit telah menyediakan sejumlah tempat pengungsian. Salah satunya yang terdekat di Sekretariat RW 22. Di tempat tersebut, datarannya lebih tinggi dari jalan yang tergenang sehingga air tidak sampai ke dalam bangunan.

Situasi terakhir, sambung dia, rob mulai terkendali. Tidak ada lagi penambahan ketinggian hingga siang ini. "Diharapkan air bisa segera surut karena didukung oleh cuaca panas terik," kata Helwin.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA