Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Enam Hadist tentang Perhatian Nabi Muhammad kepada Anak-Anak

Jumat 03 Dec 2021 06:15 WIB

Rep: Ratna ajeng tejomukti/ Red: Muhammad Hafil

Enam Hadist tentang Perhatian Nabi Muhammad kepada Anak-Anak. Foto:  Nabi Muhammad (ilustrasi)

Enam Hadist tentang Perhatian Nabi Muhammad kepada Anak-Anak. Foto: Nabi Muhammad (ilustrasi)

Foto: Republika
Nabi Muhammad menunjukkan perhatiannya kepada anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Dilansir di aboutislam.net, ketika seseorang mengungkapkan cinta kepada seorang anak, anak tersebut akan merasa lebih percaya diri dan lebih kuat. Anak-anak memiliki kapasitas untuk membedakan dengan mudah ketika ada perbedaan sikap orang dewasa. 

Beberapa hadits dibawah ini adalah contoh nabi yang menunjukkan perhatian serta kasih sayangnya kepada anak-anak.

Baca Juga

Pertama, nabi mengungkapkan rasa cintanya kepada anak-anak.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْحَسَنِ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ وَأَحِبَّ مَنْ يُحِبُّهُ قَالَ وَضَمَّهُ إِلَى صَدْرِهِ

Dari Abu Hurairah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda untuk Al Hasan: "Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya maka cintailah dia dan cintai orang yang mencintainya." Abu Hurairah berkata; "Beliau lalu mendekapnya ke dalam dadanya. (HR Ibnu Majah)

Kedua, menunjukkan rasa sayang kepada anak sahabatnya.

Usamah Zaid berkata, “Dahulu Rasulullah Saw pernah memangkuku dan Hasan bin Ali, beliau lalu berdoa ‘Ya Allah sesungguhnya aku mencintai mereka berdua, maka cintailah keduanya.’ (HR. Bukhari)

Ketiga, mencium anak-anak.

Nabi Saw pernah mencium Hasan bin Ali saat al-Aqra bin Habis at-Tamimi sedang duduk di samping beliau. Melihat perlakuan sang baginda kepada cucunya ini, Al-Aqra terheran-heran seraya berkata:

“Sesungguhnya aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah mencium mereka sekali pun.”

Rasulullah Saw memandangnya dan bersabda, "Barangsiapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi." (HR. Bukhari)

Keempat, memperpendek bacaan shalat karena mendengar anak menangis.

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّى لأَقُومُ فِى الصَّلاَةِ أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا ، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِىِّ ، فَأَتَجَوَّزُ فِى صَلاَتِى كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ

Saya pernah mengimami shalat, dan saya ingin memperlama bacaannya. Lalu saya mendengar tangisan bayi, dan sayapun memperingan shalatku. Saya tidak ingin memberatkan ibunya. (HR. Ahmad )

Kelima, bersabar dengan sikap anak-anak.

عَنْ أَبيْ قَتَادَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِي الْعَاصِ عَلَى عَاتِقِهِ فَصَلَّى فَإِذَا رَكَعَ وَضَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَفَعَهَا

Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu berkata, “Nabi shallallahu alaihi wasallam keluar menemui kami, sementara Umamah binti Abu al-Ash berada di pundak beliau, kemudian beliau mengerjakan salat, apabila hendak rukuk beliau meletakkan Umamah apabila bangkit dari rukuk beliau pun mengangkatnya kembali.”

Keenam, bersikap adil kepada masing-masing anak

تَصَدَّقَ عَلَيَّ أَبِي بِبَعْضِ مَالِهِ، فَقَالَتْ أُمِّي عَمْرَةُ  بِنْتُ رَوَاحَةَ :لاَ أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُولَ اللهِ .فَانْطَلَقَ أَبِي إِلَى النَّبِيِّ لِيُشْهِدَهُ عَلَى صَدَقَتِي ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ :أَفَعَلْتَ هَذَا بِوَلَدِكَ كُلِّهِمْ؟ قَالَ :لاَ .قَالَ :اِتَّقُوا اللهَ وَاعْدِلُوا فِي أَوْلاَدِكُمْ .فَرَجَعَ أَبِي فَرَدَّ تِلْكَ الصَّدَقَةَ

Ayahku pernah memberikan sebagian hartaya padaku. Berkatalah ibuku, ‘Amrah bintu Rawahah, “Aku tidak ridha hingga engkau meminta persaksian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas pemberianmu itu.”

Pergilah ayahku menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta persaksian beliau atas pemberiannya padaku. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya, “Apakah engkau lakukan hal ini pada semua anakmu?”

Dia menjawab, “Tidak!”

Beliau berkata, “Bertakwalah kalian kepada Allah dan berbuat adillah terhadap anak-anak kalian!”

Ayahku pun kembali dan mengambil kembali pemberiannya itu. (HR. al- Bukhari).

Sumber:

https://aboutislam.net/shariah/prophet-muhammad/a-mercy-for-all/the-prophets-care-for-children/

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA