Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Pertokoan Sekitar Alun-Alun Kota Bogor akan Dihidupkan

Kamis 02 Dec 2021 06:09 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Hiru Muhammad

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) meninjau pembangunan Alun-Alun Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021). Pembangunan Alun-Alun Kota Bogor yang berasal dari anggaran bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp15 miliar tersebut berada di sekitar kawasan Stasiun Bogor dan Masjid Agung.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) meninjau pembangunan Alun-Alun Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021). Pembangunan Alun-Alun Kota Bogor yang berasal dari anggaran bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp15 miliar tersebut berada di sekitar kawasan Stasiun Bogor dan Masjid Agung.

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Pembukaan Alun-alun Kota Bogor akan sukses mengundang antusias warga Kota Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Menjelang rampungnya Alun-alun Kota Bogor di eks-Taman Topi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengintegrasikan alun-alun tersebut dengan kawasan sekitar. Bahkan, kawasan pertokoan di sekitarnya direncanakan akan dihidupkan pada malam hari.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, mengatakan hal itu merupakan masukan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil, ketika meninjau progres pembangunan Alun-alun Kota Bogor pada Selasa (30/11).

Baca Juga

“Tahun depan dirapihkan trotoarnya, kemudian kita akan berbicara dengan seluruh pemilik toko toko di sekitar lokasi karena kita prediksi ini akan jadi tempat favorit. Sebab ada saran dari Pak Gubernur agar toko-toko ini dihidupkan di malam hari,” ujar Bima Arya, Rabu (1/12).

Selain itu, sambung dia, Gubernur Jawa Barat menyarankan ada pusat kuliner di Alun-alun Kota Bogor. Dimana dia meminta agar para pedagang kaki lima (PKL) bisa difasilitasi untuk mengisi pusat kuliner di sana. “Nanti di pusat informasi atau information center, ada diorama juga tentang Kapten Muslihat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan  Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Juniarti Estiningsih, menyebutkan di sisa 15 persen pengerjaan alun-alun, masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan pihaknya. Antara lain, penggabungan empat zona yang ada di Alun-alun Kota Bogor, hingga tahap finishing.

Secara umum, pembangunan Alun-alun Kota Bogor dibagi dalam empat zona. Yakni, zona botani, zona olahraga, zona plaza dan zona rohani. Di samping itu, lanjut Esti, Gubernur Jawa Barat pun mengusulkan agar belasan pohon besar yang ada di Alun-alun Kota Bogor diberi cahaya tambahan dari lampu-lampu tambahan. 

“Jadi untuk malam dapat dimeriahkan dengan lampu lampu, khususnya pohon pohon besar diberikan sentuhan sentuhan sorotan lampu yang banyak. Pohon besar ada sekitar 18 sampai 19 pohon,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Esti mengatakan, pihaknya juga diminta untuk menggunakan tanaman yang tidak mudah untuk diinjak orang, misalnya tanaman berduri di beberapa titik. Terutama untuk area di sekitar podium. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar warga yang berkunjung tidak sembarangan menginjak rumput.

Esti mengaku akan melakukan komunikasi lebih lanjut, terkait Rencana Anggaran Belanja (RAB) terkait penambahan tanaman. “Jadi tanamannya lebih ditanami seperti tanaman kalau diasntuh orang sakit, misal berduri, biar kalau orang lewat tidak kena rumput. Ke podium mengikuti jalan yang sudah disediakan, pijakan yang sudah disediakan,” ucapnya.

Ke depan, dia akan berkomunikasi dengan Bank Jawa Barat (BJB), mengenai permintaan Gubernur Jawa Barat tentang penambahan mural di tembok kosong. “Jadi nanti kami hanya menerima desain mural dan komunikasikan dengan BJB. Tentunya secara persuasif dan internal kita komunikasikan,” kata Esti.

Dalam peninjauannya pada Selasa (30/11), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil, menyampaikan hingga akhir jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat, dia menargetkan seluruh kota dan kabupaten di wilayahnya memiliki alun-alun. Tak hanya sebagai ruang demokrasi, tapi juga sebagai wajah dari daerah itu sendiri.

Emil optimistis, pembukaan Alun-alun Kota Bogor akan sukses mengundang antusias warga Kota Bogor. Sehingga dia meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersiap.“Saya mah yakin ini tinggal dipromosikan di Tiktok. Makanya siap-siap heboh. Jadi tantangan berikutnya bagaimana mengatur orang supaya tertib,” katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA