Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Gus Wafi Sebut Pernyataan Dudung Melecehkan Sang Pencipta

Rabu 01 Dec 2021 14:51 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Ulama karismatik KH Wafi Maimun Zubair alias Gus Wafi.

Ulama karismatik KH Wafi Maimun Zubair alias Gus Wafi.

Foto: Tangkapan layar Youtube
Gus Wafi bertanya ke KSAD, Tuhan mana yang dimaksud orang Arab?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulama karismatik KH Wafi Maimun Zubair alias Gus Wafi menyoroti ucapan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman di Deddy Corbuzier Podcast. Gus Wafi mempertanyakan pernyataan Dudung tentang berdoa menggunakan bahasa Indonesia, karena Tuhan bukan orang Arab.

"Pernyataan KSAD Dudung Abdurrahman yang menyebut Tuhan bukan orang Arab merupakan kesalahan besar. Ucapan tersebut bahkan bisa masuk kategori penistaan agama," kata Gus Wafi kepada Republika di Jakarta, Rabu (1/12).

Baca Juga

Dia menuturkan, Dudung yang menyebut Tuhan bukan orang Arab, artinya melabeli Tuhan sebagai orang, tapi orang yang bukan berasal dari Arab. Dari kalimat tersebut, kata Gus Wafi, kemudian dapat menimbulkan pertanyaan, lantas Tuhan orang mana yang dimaksud Dudung.

"Hal ini tentu melecehkan Sang Pencipta yang jelas kedudukannya sebagai Tuhan, kemudian didegradasikan dengan disebut sebagai orang," kata putra almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen tersebut.

Atas pernyataan gaduh Dudung, Gus Wafi menyarankan agar Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegur bawahannya yang bicara tidak sesuai kapasitas dan tak punya keahlian di bidang agama. Dudung, sambung dia, juga bicara yang tidak sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) prajurit TNI.

Gus Wafi juga memohon kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memeriksa secara khusus beberapa pernyataan Dudung yang kontroversial dan berpotensi menistakan agama Islam. Hal itu agar tidak timbul gejolak di masyarakat.

"Termasuk ucapannya yang mengatakan semua agama benar, dari sisi syariat, pernyataan Dudung sudah bisa dihukumi murtad atau keluar dari agama Islam. Karena Allah SWT tidak pernah membenarkan semua agama," ucap pengasuh Ponpes Ribath Nurul Anwar Sragen.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA