Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Berdoa Bahasa Indonesia, KSAD: Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Rabu 01 Dec 2021 08:30 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman.

Foto: Dok Dispenad
Kalau saya berdoa setelah sholat, doa saya simpel, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman berbagi pandangan tentang ajaran Islam. Menurut dia, orang kalau bersedekah harus kaya. Jika orang rajin bersedekah maka balasannya Tuhan memberi rezeki terus.

Dudung pun menceritakan pengalamannya berdoa yang biasa dilakukan usai sholat. "Kalau saya berdoa setelah sholat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab," kata Dudung saat menjadi bintang tamu 'Deddy Corbuzier Podcas' pada detik 01.02.39 dikutip Republika di Jakarta, Rabu (1/12).

Baca Juga

Ketika Dudung menyebut Tuhan bukan orang Arab, disambut Deddy dengan tawa lebar. Dia menegaskan lagi jika memang setiap berdoa cukup memakai bahasa Indonesia.

"Saya pakai bahasa Indonesia, ya Tuhan ya Allah SWT saya ingin membantu orang saya ingin menolong orang itu saja doanya, itu saja," ucap Dudung.

Mantan Panglima Kodam (Pangdam) Jaya yang menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) tersebut menerangkan, jika seseorang ingin membantu orang lain pasti orang tersebut mampu.Dia pun menyinggung ajaran Nabi Muhammad SAW tentang bersedekah dengan hanya bersenyum kepada orang lain.

"Pasti pingin membantu karena kita mampu. Yang penting kita ramah ke setiap orang, kata Nabi senyum saja sudah berpahala. Tidak usah kita mengumpat orang lain," ucap Dudung.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA