Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

Sentimen Positif Dalam Negeri Dorong IHSG Menguat

Selasa 30 Nov 2021 09:47 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha

Pekerja melintas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/8/2021). Meski sempat dibuka turun ke posisi 6.605,79 IHSG langsung berbalik arah dan naik ke level 6.633,86.

Pekerja melintas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/8/2021). Meski sempat dibuka turun ke posisi 6.605,79 IHSG langsung berbalik arah dan naik ke level 6.633,86.

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Meski dibuka turun, IHSG langsung berbalik arah dan naik ke level 6.633,86.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan pagi ini, Selasa (30/11). Meski sempat dibuka turun ke posisi 6.605,79 IHSG langsung berbalik arah dan naik ke level 6.633,86.

Valbury Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini. "Penguatan IHSG ini terjadi di tengah dominasi katalis positif baik internal maupun eksternal," tulis Valbury Sekuritas dalam risetnya, Selasa (30/11). 

Baca Juga

Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan pertumbuhan transaksi e-commerce pada kuartal III 2021 mencapai Rp58,2 triliun. Sementara pada kuartal II 2021 sebesar Rp75,4 triliun. Total nilai transaksi e-commerce yang berhasil dicatat oleh BI hingga kuartal III 2021 sebesar Rp185,2 triliun.  

BI optimistis, total nilai transaksi e-commerce di sepanjang tahun ini bisa tumbuh sebesar 48,4 persen yoy atau setara mencapai Rp 395 triliun. Hasil riset terbaru Google, Temasek dan Bain & Co dalam laporan e-Conomy SEA 2021 menyebutkan bahwa e-commerce menjadi pendorong utama ekonomi digital Indonesia di 2021.

Selain itu, BI juga melaporkan perkembangan harga pada bulan November 2021 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,34 persen MoM. Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi November 2021 sebesar 1,27 persen Ytd, dan 1,72 persen yoy.

Adapun sentimen pasar dari luar negeri, menurut riset, kepala penasihat medis Gedung Putih, Dr Anthony Fauci, mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahwa data definitif mengenai varian Omicron bisa didapat dalam dua pekan ke depan. Sementara itu, Para ilmuwan di seluruh dunia, termasuk AS, belum mengetahui secara pasti karakteristik Omicron.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA