Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Vaksin Spesifik untuk Varian Omicron, Kapan Tersedia?

Selasa 30 Nov 2021 08:35 WIB

Rep: Kamran Dikarma, Puti Almas, Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Vaksin Covid-19 (ilustrasi). Pfizer-BioNTech dan Moderna menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan vaksin Covid-19 yang spesifik untuk varian omicron.

Vaksin Covid-19 (ilustrasi). Pfizer-BioNTech dan Moderna menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan vaksin Covid-19 yang spesifik untuk varian omicron.

Foto: Wikimedia
Pfizer-BioNTech dan Moderna menyatakan kesiapan kembangkan vaksin varian omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech, mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan vaksin yang spesifik untuk melawan varian omicron. Namun, belum diungkap apakah mereka akan memformulasikan ulang vaksinnya yang telah dikembangkan bersama perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS), Pfizer.

"Pengembangan vaksin yang diadaptasi adalah bagian dari prosedur standar perusahaan untuk varian baru (Covid-19)," kata BioNTech dalam sebuah pernyataan pada Senin (29/11).

Baca Juga

BioNTech mengungkapkan, langkah pertama untuk mengembangkan vaksin baru potensial tumpang tindih dengan penelitian yang bertujuan mengungkap apakah dosis baru diperlukan. Pada Jumat (26/11) pekan lalu, BioNTech mengatakan, pihaknya berharap dapat memperoleh lebih banyak data laboratorium dalam dua pekan ke depan guna menentukan apakah ada kebutuhan pengembangan vaksin spesifik omicron.

Sebelumnya, varian delta dengan tingkat penularannya yang tinggi sempat dikhawatirkan dapat menghindari vaksin. Faktanya, kekhawatiran itu tidak terbukti dan hal yang sama diharapkan berlaku pula untuk omicron. Sejauh ini, kasus rawat inap rumah sakit paling banyak disumbang oleh orang yang belum divaksinasi Covid-19.

"Bisa jadi kita tidak perlu memperbarui vaksinasi," jelas David Kennedy, yang mempelajari evolusi penyakit menular di Penn State University, AS.

Pfizer mengatakan bahwa jika ada varian yang tidak efektif dari vaksin, pihaknya dan BioNTech akan memproduksi produk khusus dalam waktu sekitar 100 hari.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA