Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Jembatan di Turki Kampanyekan Anti-kekerasan pada Perempuan

Ahad 28 Nov 2021 15:29 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Bendera Turki di jembatan Martir, Turki. Jembatan Fatih Sultan Mehmet di Turki diterangi lampu simbol melawan kekerasan. Ilustrasi.

Bendera Turki di jembatan Martir, Turki. Jembatan Fatih Sultan Mehmet di Turki diterangi lampu simbol melawan kekerasan. Ilustrasi.

Foto: AP
Jembatan Fatih Sultan Mehmet di Turki diterangi lampu simbol melawan kekerasan

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Jembatan Fatih Sultan Mehmet (FSM) Istanbul diterangi warna oranye pada Sabtu (27/11) pagi hingga siang hari. Momen tidak biasa ini untuk menunjukkan dukungan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Titik ikonik di kota di Turki ini telah menjadi tempat pertunjukan warna dan cahaya pada sehari-hari. Namun kali ini tempat penyeberangan ini diterangi untuk menarik perhatian pada perjuangan internasional dalam kampanye melawan kekerasan terhadap perempuan.

Baca Juga

Turki mencoba menekankan kepada dunia bahwa negara ini masih berdiri di sisi perempuan. Sebelumnya Ankara menarik perhatian usai menarik diri dalam perjanjian internasional untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan yang dikenal sebagai Konvensi Istanbul dan dinegosiasikan di kota terbesar Turki pada 2011.

Selain menunjukkan citra dengan menarik perhatian melalui pertunjukan di Istanbul, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan berjuang keras mengakhiri kekerasan terhadap perempuan pada momen Hari Anti-kekerasan Terhadap Perempuan pada 25 November. Dia menekankan pemerintahnya akan terus memerangi pelecehan, pelecehan, diskriminasi, dan kekerasan terhadap perempuan.

Erdogan menjelaskan kekerasan terhadap perempuan adalah masalah hak asasi manusia global. Dia menegaskan kembali pemerintahannya selalu membela perempuan.

Dikutip dari Anadolu Agency, Erdogan bersumpah untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. Agar mencapai tujuan tersebut, dia berjanji akan memperkuat nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA