Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Pemprov Sindh, Pakistan Wajibkan Jamaah Masjid Divaksinasi

Ahad 28 Nov 2021 10:22 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Pemprov Sindh, Pakistan Wajibkan Jamaah Masjid Divaksinasi. Seorang jamaah Muslim shalat sambil menjalankan Itikaf, yang mengharuskan tinggal menyendiri di masjid untuk membaca Alquran dan sholat selama 10 hari terakhir bulan puasa Ramadhan, di Masjid Agung Faisal, di Islamabad, Pakistan, Senin, 3 Mei , 2021.

Pemprov Sindh, Pakistan Wajibkan Jamaah Masjid Divaksinasi. Seorang jamaah Muslim shalat sambil menjalankan Itikaf, yang mengharuskan tinggal menyendiri di masjid untuk membaca Alquran dan sholat selama 10 hari terakhir bulan puasa Ramadhan, di Masjid Agung Faisal, di Islamabad, Pakistan, Senin, 3 Mei , 2021.

Foto: AP/Anjum Naveed
Jamaah masjid Sindh wajib divaksinasi demi mencegah penyebaran virus.

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Pemerintah Provinsi Sindh, Pakistan pada Jumat (26/11) mewajibkan vaksinasi virus corona bagi jamaah sholat masjid. Hal ini diberlakukan dalam upaya mencegah penyebaran virus.

Dalam pemberitahuan yang dikeluarkan pada Jumat, Departemen Dalam Negeri Sindh merilis daftar protokol Covid-19 yang diperbarui untuk masjid. Hal tersebut sejalan dengan arahan National Command and Operation Centre (NCOC).

Baca Juga

"Hanya individu yang divaksinasi lengkap yang diizinkan sholat di masjid untuk menghindari risiko orang lain," sebut pemberitahuan tersebut, dilansir di The News, Ahad (28/11).

Pemberitahuan tersebut melanjutkan semua jamaah akan diminta untuk terus menggunakan masker ketika sholat di dalam masjid. Selain itu, administrasi masjid telah diarahkan melepas karpet dari lantai masjid dan memastikan ventilasi yang memadai untuk pertemuan sholat di dalam ruangan.

Sementara pada 25 November, Sindh melaporkan 43 kasus baru virus corona di provinsi tersebut setelah 6.468 tes dilakukan. Tidak ada kematian yang dilaporkan.

Ketua Menteri Sindh Murad Ali Shah dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa 6.686.895 tes telah dilakukan di provinsi tersebut dengan 473.750 kasus didiagnosis. Sebanyak 97,1 persen atau 460.136 pasien telah pulih.

Dia menambahkan, 5.995 pasien sedang dalam perawatan. Sebanyak 5.794 berada di isolasi rumah, 12 dirawat di pusat isolasi dan 189 di rumah sakit yang berbeda.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA