Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Kalah dari Atalanta, Allegri: Juve Bukan Penantang Gelar

Ahad 28 Nov 2021 09:41 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pelatih kepala Juventus Massimiliano Allegri.

Pelatih kepala Juventus Massimiliano Allegri.

Foto: AP/Matt Dunham
Atas hasil ini, Juve tertahan di papan tengah dengan koleksi 21 angka.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Juventus menelan kekalahan kandang 0-1 dari Atalanta dalam pertandingan Serie A, Ahad (28/11) dini hari WIB. Hasil ini menghadirkan tekanan kuat kepada tim yang datang dari pengkritik, media, dan tifosi.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri pun marah. Ia menganggap penilaian orang-orang bahwa Bianconeri harus memenangkan Scudetto dengan skuad yang dimiliki saat ini tidak tepat. Meskipun Allegri mengakui skuadnya diisi oleh pemain-pemain bagus.

Baca Juga

“Kami di sini untuk menantang empat besar. Saya tidak bisa mengeluh kepada anak-anak saya setelah pertunjukan ini, saya hanya bisa memberi selamat atas usaha mereka, kemudian sisanya terserah Anda yang berbicara untuk mencari nafkah," kata Allegri usai pertandingan dilansir dari Football Italia.

Allegri mengatakan, semua orang harus melihat secara realistis menargetkan sesuatu. Menurut dia, perjalanan masih panjang sehingga masih banyak yang bisa dilakukan. Bagi dia, jika berpikir realistis maka, tekanan akan hilang dan bekerja bisa lebih tenang.

Ia menegaskan, yang harus dilakukan saat ini adalah melakukan usaha mengeluarkan kemampuan terbaik. Allegri tak ingin pemain terbebani untuk selalu memenangkan Scudetto. Ia hanya ingin pemainnya tampil apik setiap pertandingan.

"Saat ini kami sedang berjuang untuk mencetak gol dan menurut saya itu karena kami telah kehilangan rasa tenang dan percaya diri," ujarnya.

Allegri ingin pemainnya melupakan kekalahan tersebut dan fokus untuk laga berikutnya. Dalam laga tersebut, Allegri ingin pasukannya menunjukkan kualitas bermainnya.

Bicara mengenai jalannya pertandingan, Allegri mengatakan timnya banyak melalukan kesalahan. Ia menilai permainan Juventus mirip saat menghadapi Lazio, Fiorentina, dan AC Milan.

Ia menjelaskan Juventus tak bisa memaksimal peluang yang didapatkan. Sementara Atalanta mendapatkan satu peluang yang berbuah gol akibat kesalahan Juventus.

"Ada beberapa kecemasan, para pemain terburu-buru dan terburu-buru, tetapi kami harus terus meningkatkan performa dan mencoba memenangkan pertandingan untuk mendapatkan kepercayaan diri dan kembali tenang," kata dia menjelaskan.

Atas hasil ini, Juve tertahan di papan tengah dengan koleksi 21 angka. Tertinggal 11 dari Napoli di posisi pertama.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA