Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Sandiaga Ajak Warga Bulukumba Bangun Pesantren Terpanjang

Jumat 26 Nov 2021 14:40 WIB

Red: Agus Yulianto

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Desa Wisata Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Desa Wisata Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Foto: Istimewa
Sandi membantu mempromosikan QR Code di akun instagramnya agar banyak penyumbang.

REPUBLIKA.CO.ID, BULUKUMBA -- Di zaman yang sudah memasuki 4.0 ini, maka segala bantuk inovasi diwajibkan. Selain untuk mengikuti perkembangan zaman, hal tersebut juga bisa membuat atau memajukan eksistensi terhadap produk khususnya pariwisata. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu produk guna membangkitkan perekonomian. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan, salah satu inovasi yang dilakukan masyarakat Desa Wisata Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan adalah membuat QR Code untuk sumbangan. “Jadi saya diberitahu sama kepala desa, kalau mereka ingin membangun pesantren dan salah satu caranya adalah memuat sumbangan dengan QR Code,” kata Sandi saat mengunjungi Desa Wisata Ara. 

Dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (26/11), Sandi mengungkapkan, dengan adanya QR Code ini mereka mengungkapkan kalau hal tersebut bisa memcahkan rekor MURI dengan pesantrean terpanjang dan jumlah donator terbanyak karena memakai QR Code. 

Selain memudahkan bagi donator, kata dia, cara ini juga memdahkan panitia desa tersebut mendata jumalah donasi yang masuk. Selain itu, donator juga bisa memantau donasi yang masuk sehingga memperkecil adanya penyimpangan. 

“Cara ini juga bisa dijadikan salah satu promosi yang dilakukan oleh desa ini, jadi mengundang donatur sekaligus wisatawan,” tegasnya. 

Untuk itu, Mas Menteri membantu mempromosikan QR Code di akun instagramnya agar lebih banyak yang menyumbang. Sehingga, penyumbang bisa dari seluruh dunia. 

Dia juga berharap, pembangunan pesantren terpanjang ini juga bisa segera terlaksana. Dari informasi yang diterima Mas Menteri, rencananya pesantren terpanjang tersebut akan memilki panjang 158 meter atau mengalahkan rumah terpanjang di Thailand yang memiliki panjang 150 meter. 

“Kalau ini berhasil di wujudkan, maka menjadi pesantren terpanjang di dunia, bukan hanya di Indonesia,” ucapnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA