Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Diprotes, Menorah Yahudi Dipindah dari Atap Masjid Yerusalem

Sabtu 27 Nov 2021 04:55 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Diprotes, Menorah Yahudi Dipindah dari Atap Masjid Yerusalem. Sebuah masjid di Nebi Samuel di timur laut Yerusalem.

Diprotes, Menorah Yahudi Dipindah dari Atap Masjid Yerusalem. Sebuah masjid di Nebi Samuel di timur laut Yerusalem.

Foto: Mila Aviv/Flash90
Pemasangan menorah Hanukkah di atap masjid merupakan pelanggaran kesucian.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Menorah (tempat lilin) elektrik besar Hanukkah Yahudi yang dipasang di atap sebuah masjid di sebuah situs bersejarah dekat Yerusalem akhirnya dipindah. Menorah tersebut dipindah setelah penduduk Palestina menggelar protes atas pemasangan tersebut.

Pemasangan menorah menandakan perayaan hari libur Yahudi. Pejabat otoritas Israel memasang menorah Hanukkah pada Rabu (24/11) di atap sebuah masjid di Nebi Samuel. Situs ini diklaim orang-orang Yahudi sebagai makam nabi Samuel dalam Alkitab. Pada abad ke-18, sebuah masjid dibangun di lokasi di atas sisa-sisa gereja Tentara Salib.

Baca Juga

Saat ini, sebuah sinagoga kecil ada di area makam bawah tanah di bawah masjid, yang berada di dalam taman nasional Israel, tepat di atas Jalur Hijau di Tepi Barat, di utara ibu kota. Penduduk Palestina di desa Nabi Samwil yang berdekatan dilaporkan memprotes pemasangan menorah tersebut setelah gambar menorah tersebar di media sosial.

Dalam sebuah laporan pada Kamis (25/11), pemimpin kota Nabi Samwil, Amir Obeid mengatakan, tidak habis pikir bagaimana orang-orang Yahudi itu memasang simbol Yahudi di atap sebuah masjid. "Itu jelas tidak masuk akal dan menimbulkan banyak kemarahan di antara kita," katanya dilansir dari The Times of Israel, Jumat (26/11).

Obeid mengatakan, beberapa bulan lalu komunitas Muslim meminta izin kepada otoritas Israel untuk menyalakan bulan sabit di atas masjid namun ditolak. Karena itu umat Islam Palestina melayangkan memprotes ketika umat Yahudi diizinkan memasang menorah Hanukkah. 

“Kami menghadapi diskriminasi berat. Tidak masuk akal jika hanya perayaan Yudaisme yang diizinkan. Jika ada, biarkan semua orang merayakannya dalam koeksistensi," kata Obeid.

Otoritas Palestina Wakil Menteri Wakaf dan Urusan Agama Hussam Abu al-Rub menyebutkan pemasangan menorah Hanukkah di atap masjid merupakan pelanggaran terhadap kesucian situs umat Islam. Pada Kamis pagi, menorah Hanukkah telah dipindahkan ke pintu masuk gedung yang memberikan akses ke sinagoge.

COGAT, badan militer Israel yang menangani hubungan dengan Palestina di Tepi Barat, mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pekerja INPA telah menyiapkan menorah. "Setelah klarifikasi masalah ini, menorah dipindahkan ke alun-alun situs seperti kebiasaan setiap tahun untuk festival Hanukkah,” kata COGAT.

Emek Shaveh, sebuah organisasi nirlaba yang berusaha untuk mencegah politisasi arkeologi di Israel, mengkritik insiden tersebut. Ia mengatakan penempatkan simbol agama Yahudi adalah pertama dan ofensif dan membuat situs arkeologi masuk menjadi bagian dari konflik agama.

Pemasangan menorah Hanukkah menandakan perayaan delapan hari bagi umat Yahudi. Ini ditandai dengan lilin yang berjumlah delapan dan akan dinyalakan satu-satu setiap malamnya. Sampai pada malam terakhir delapan cabang lilin akan dinyalakan sepenuhnya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA