Puan Harap Honorer yang Telah Lama Mengabdi Mudah Jadi ASN

Masih banyak guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak

Kamis , 25 Nov 2021, 18:56 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masih banyaknya guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak.
Foto: DPR RI
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masih banyaknya guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masih banyaknya guru honorer yang belum mendapatkan kesejahteraan layak. Ia berharap agar nasib guru honorer lebih diperhatikan lagi, khususnya bagi para guru yang telah lama mengabdi.

"Kami mendorong agar pemerintah semakin mempermudah seleksi untuk guru honorer yang telah lama mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak-anak kita," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/11).

Menurut Puan, guru adalah ujung tombak pendidikan bangsa. Maka sudah menjadi kewajiban negara untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi para guru.

Puan menambahkan, tambahan afirmasi dalam seleksi PPPK, akan menjadi bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi guru honorer. Sebab seperti diketahui, kesejahteraan guru-guru honorer terbilang masih sangat kecil.

"Banyak sekali kita dengar bagaimana perjuangan guru-guru honorer, khususnya di daerah pelosok negeri, yang gajinya bahkan tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya," ujarnya.

Mantan Menko PMK itu meminta pemerintah segera merealisasikan komitmen untuk memberikan kesejahteraan yang merata kepada seluruh guru. Puan menegaskan DPR RI akan terus mengawal setiap kebijakan pemerintah terkait guru.

"Salah satu fungsi pengawasan DPR dalam masa sidang ini diarahkan kepada pengawasan terhadap program satu juta guru PPPK tahun 2021. DPR akan memastikan pendistribusian guru secara merata agar permasalahan kekurangan dan pemerataan guru di setiap jenjang dapat terselesaikan," jelasnya.

Untuk mengurangi kekurangan guru, DPR RI juga mendorong agar kuota pengangkatan guru honorer sebagai ASN diperbanyak. Puan menilai pemerintah daerah dapat melakukan efisiensi anggaran terhadap hal yang belum terlalu penting agar dananya bisa dialokasikan untuk penambahan guru.

"Kami memahami adanya keterbatasan kuota setiap daerah untuk pengangkatan guru honorer sebagai ASN. Tapi semua kembali lagi kepada komitmen kita untuk mengangkat harkat para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa ini," tuturnya.

Bertepatan di peringatan Hari Guru Nasional hari ini, Puan mengapresiasi jasa para guru dalam mendidik putra/putri bangsa. Puan juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh guru yang selama hampir dua tahun ini terus berkomitmen mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa di tengah tantangan Pandemi Covid-19.

"Di tengah keterbatasan fasilitas serta sarana dan prasarana saat pembelajaran jarak jauh, khususnya di daerah-daerah yang kesulitan jaringan internet, bapak/ibu guru tidak menyerah dan penuh tekad memastikan putra/putri kita bisa mendapatkan pendidikan sebaik-baiknya," ucap Puan.

"Terima kasih untuk para guru atas baktinya selama ini. Tetap semangat dalam mengokohkan pendidikan bangsa," imbuhnya.