Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Musim Hujan Anak Rentan Flu, Vaksinasi Bisa Jadi Solusi

Senin 22 Nov 2021 19:20 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Flu tak hanya bisa diderita dewasa, tapi juga dapat menyerang anak bahkan bayi. Kenali gejalanya supaya bisa segera menghalau flu pergi.

Flu tak hanya bisa diderita dewasa, tapi juga dapat menyerang anak bahkan bayi. Kenali gejalanya supaya bisa segera menghalau flu pergi.

Foto: EPA
Vaksin quadrivalent dapat melindungi tubuh dari empat jenis pula.

REPUBLIKA.CO.ID, Masuknya musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia menjadikan anak-anak lebih mudah terserang penyakit infeksi pernapasan akut atau ISPA seperti flu. Hal ini disebabkan karena suhu dingin menciptakan kondisi ramah pada virus dan juga membuatnya lebih mudah menular.

Flu merupakan penyakit yang masih sering dinilai remeh karena dianggap sama dengan salesma atau common cold. Padahal, keduanya disebabkan oleh jenis virus yang berbeda dan flu dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti pneumonia bahkan hingga menyebabkan kematian.

Baca Juga

Menurut Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF) Prof. dr. Cissy B Kartasasmita, SpA(K), PhD, seseorang yang terkena flu biasanya mengalami gejala, seperti demam di atas 37,8 derajat celcius, batuk, dan pilek.

“Walaupun gejalanya sama, selesma atau pilek ini sebenarnya berbeda dengan flu. Banyak yang menganggap kedua penyakit itu sama. Padahal, flu itu kan karena virus influenza, kalau selesma itu virusnya beda. Keduanya terjadi akibat infeksi saluran pernafasan akut,” ujarnya di Jakarta, Senin (22/11). 

Evolusi flu sendiri dari tahun ke tahun pun sangat cepat. Sementara, anak-anak lebih rentan terserang penyakit ini karena risiko tertular flu mencapai 20-30 persen atau lebih tinggi dari orang dewasa yang hanya memiliki peluang 5-10 persen.

 

Waspada salesma

Adapun di masa pandemi Covid-19, orang tua juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan anak. Meski begitu, para orangtua baiknya juga tak cepat panik ketika anak tiba-tiba terserang demam.

“Selesma, flu, dan Covid-19 gejalanya bisa dibilang sama. Bila anak terserang demam dan batuk, jangan panik. Apalagi, kalau lingkungannya bersih dan aman," ucap dr. Cissy.

Agar anak terhindar dari ketiganya dan penyakit ISPA lainnya, para orangtua dapat menerapkan 5M pada seluruh anggota keluarga dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan menjauhi kerumunan. Tak hanya itu, para orangtua juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi dan cakupan vitamin anak serta memberikan vaksinasi yang sesuai.

Vaksin Covid-19 sendiri tidak bisa mencegah bahaya influenza. Oleh sebab itu, seorang anak tetap disarankan untuk mendapatkan vaksin influenza meskipun telah mendapatkan vaksin Covid-19 untuk mencegah infeksi influenza yang berbahaya.

Ia mengatakan, masih banyaknya orang yang menganggap flu sebagai penyakit remeh menjadi alasan beberapa negara di dunia menyelenggarakan peringatan World

Flu Day. Untuk tahun 2021 ini, diangkat tema “Let’s get vaccinated for both Flu and Covid-19”. Itu sebagai pengingat, bahwa tidak hanya Covid-19, namun flu juga berbahaya dan dapat menyerang siapa pun. Setiap orang dapat menghindari komplikasi flu dengan mendapatkan vaksinasi flu.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seorang anak dapat diberikan vaksin influenza mulai dari usia di atas enam bulan. Anak berusia di bawah sembilan tahun yang belum pernah diberikan vaksin flu perlu diberikan dosis vaksin flu sebanyak dua kali. Adapun jeda waktu antara pemberian vaksin pertama dan kedua berjarak satu bulan.

Untuk anak di atas sembilan tahun, pemberian vaksin influenza harus dilakukan secara rutin, yakni satu dosis sekali setiap tahun. Pemberian vaksin tersebut mampu menurunkan risiko influenza dan komplikasinya pada anak paling tidak 60 persen.

Di Indonesia terdapat dua vaksin influenza yakni trivalent dan quadrivalent yang dalam

vaksin influenza merujuk pada strain virus yang digunakan. Trivalent hanya dapat melindungi tubuh dari tiga jenis virus flu, yaitu dua virus influenza tipe A dan satu virus influenza tipe B. 

Meskipun terdapat dua garis keturunan pada flu tipe B, vaksin trivalent hanya mampu mencegah satu jenis saja. Oleh karena itu peneliti menciptakan vaksin quadrivalent yang dapat melindungi tubuh dari empat jenis virus flu, yaitu dua virus influenza tipe A dan dua virus influenza tipe B untuk perlindungan lebih luas.

Jadi, perlindungan yang lebih luas merupakan perbedaan signifikan antara vaksin flu trivalent dan quadrivalent. Sebagai informasi, vaksinasi influenza tidak hanya dapat melindungi anak dari bahaya penyakit flu, tetapi juga orang tersayang dan kerabat yang Anda miliki.

"Untuk informasi lebih lanjut tentang vaksin influenza, Anda dapat menghubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat di tempat Anda," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA