Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Tunangan Khashoggi Desak Justin Bieber Tolak Konser di Saudi

Senin 22 Nov 2021 19:04 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi minta Justin Bieber batalkan penampilan di Arab Saudi. Ilustrasi.

Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi minta Justin Bieber batalkan penampilan di Arab Saudi. Ilustrasi.

Foto: AP / Emrah Gurel
Tunangan mendiang Khashoggi menulis surat terbuka untuk Bieber di Washington Post

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tunangan mendiang jurnalis Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, telah meminta penyanyi Justin Bieber untuk membatalkan penampilannya yang dijadwalkan pada 5 Desember di Jeddah, Arab Saudi. Cengiz menulis surat terbuka kepada Bieber yang diterbitkan pada Sabtu (20/11) di Washington Post.

Dalam surat terbuka itu, Cengiz mendesak Bieber untuk membatalkan pertunjukan yang dapat digunakan Saudi untuk memulihkan reputasi atas pembunuhan Khashoggi. Cengiz meminta kepada Bieber untuk mengutuk keterlibatan putra mahkota Saudi Muhammad bin Salman (MBS) yang terlibat dalam pembunuhan Khashoogi.

Baca Juga

"Ini untuk mengirim pesan yang kuat kepada dunia bahwa nama dan bakat Anda tidak akan digunakan untuk memulihkan reputasi rezim yang membunuh para pengkritiknya. Jangan bernyanyi untuk para pembunuh Jamal. Tolong angkat bicara dan kutuk pembunuhnya, Mohammed bin Salman. Suara Anda akan didengar oleh jutaan orang," tulis Cengiz dalam surat terbuka itu.

Bieber, yang berkebangsaan Kanada, termasuk di antara sekelompok artis yang dijadwalkan tampil saat Arab Saudi menjadi tuan rumah Formula Satu Grand Prix di Jeddah. “Jika Anda menolak menjadi pion MBS, pesan Anda akan keras dan jelas: Saya tidak tampil untuk diktator.  Saya memilih keadilan dan kebebasan daripada uang,” tulis Cengiz.

Kelompok hak asasi manusia telah mendesak para selebritas untuk berbicara menentang masalah hak asasi manusia di kerajaan. Human Rights Watch mengatakan Saudi memiliki sejarah menggunakan selebritas dan acara internasional besar untuk mengalihkan pengawasan dari pelanggaran yang meluas.

Human Rights Watch mendesak para selebritis dan penyanyi, termasuk rapper A$AP Rocky, DJ David Guetta, Tiesto, dan Jason Derulo untuk berbicara secara terbuka tentang masalah hak asasi manusia. "Ketika memulihkan reputasi adalah tujuan utama, (mereka bisa memilih untuk) tidak berpartisipasi," ujar Human Rights Watch.

Khashoggi merupakan seorang warga AS kelahiran Saudi yang menulis kolom opini untuk Washington Post. Dia dikenal kritis terhadap putra mahkota Saudi. Khashoggi dibunuh dan dimutilasi oleh tim operasi yang terkait dengan MBS di konsulat Saudi di Istanbul pada 2018.

Pemerintahan Presiden Joe Biden merilis laporan intelijen AS pada Februari. Laporan tersebut mengatakan Pangeran MBS terlibat dalam pembunuhan Khashoggi di Istanbul. Sementara MBS berulang kali membantah telah terlibat dalam pembunuhan itu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA