Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

5 Dosa yang Buat Solskjaer Dipecat Manchester United

Senin 22 Nov 2021 17:39 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

 Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer bereaksi setelah pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Leicester City dan Manchester United di stadion King Power di Leicester, Inggris, Sabtu, 16 Oktober 2021. Manchester United memecat Ole Gunnar Solskjaer setelah tiga tahun sebagai manajer setelah kekalahan kelima dalam tujuh pertandingan Liga Premier.

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer bereaksi setelah pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Leicester City dan Manchester United di stadion King Power di Leicester, Inggris, Sabtu, 16 Oktober 2021. Manchester United memecat Ole Gunnar Solskjaer setelah tiga tahun sebagai manajer setelah kekalahan kelima dalam tujuh pertandingan Liga Premier.

Foto: AP Photo/Rui Vieira, file
Performa buruk MU bukan satu-satunya alasan Soslkjaer didepak dari kursi pelatih.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Ole Gunnar Solskjaer akhirnya dipecat sebagai pelatih Manchester United (MU). Keputusan pahit ini diambil manajemen MU menyusul hasil buruk yang didapatkan Setan Merah dalam beberapa pekan terakhir. Puncaknya ketika MU dibantai Watford 1-4 dalam lanjutan Liga Primer Inggris. 

Namun, performa buruk MU bukanlah satu-satunya alasan pelatih asal Norwegia itu diberhentikan dari tugasnya. Berikut ini sejumlah alasan lain, menurut laporan yang dikutip dari Marca, Senin (22/22).

Baca Juga

Perpecahan di internal tim

Perpecahan besar telah berkembang di antara pemain MU dan Solskjaer. Laporan menyebutkan kalau ada keraguan dari para pemain terhadap pelatih yang telah ditunjuk sejak 2019 tersebut. Ketidakjelasan gaya bermain dan identitas permainan terus jadi pertanyaan para pemain.

Faktanya, Manchester United telah merencanakan untuk memecat Ole pada akhir musim pertamanya, menyusul kekalahan beruntun dari Everton dan Manchester City. Namun tidak ada keputusan apapun dari klub saat itu. Meskipun timnya makin membaik musim lalu dengan 21 kemenangan dan 74 poin, mereka masih jauh dari kata calon juara Liga Primer Inggris.

Pemain mulai kehilangan kepercayaan diri

Musim ini, MU mengawali musim dengan cukup baik dengan empat kemenangan beruntun. Namun cerahnya awal musim tersebut kian memudar secara dramatis. Solskjaer pun menggelar pembicaran darurat dengan Cristiano Ronaldo, Harry Maguire, Bruno Fernandes, Nemanja Matic dan Victor Lindelof. Namun saat itu pemain senior tersebut telah kehilangan kepercayaan pada pelatih mereka.

Ketegangan makin meningkat selama beberapa pekan terakhir. Dalam kemenangan 3-2 atas Atalanta di Liga Champions, Solskjaer secara terbuka ditantang oleh pemainnya dalam adu mulut yang intens. Itu menjadi indikasi kunci bahwa hubungannya dengan para pemain mulai renggang, walaupun belum sepenuhnya putus.

Konflik terbuka

Sejumlah pemain inti MU mulai menentang keputusan Solskjaer. Eric Bailly misalnya, mempertanyakan alasa Solskjaer selalu menjadikan Harry Maguire sebagai starter. Padahal bek internasional Inggris itu tidak dalam kebugaran 100 persen. Pemain lain seperti Jesse Lingard, Alex Telles dan Nemanja Matic juga tidak senang dengan perlakukan Ole musim ini.

photo
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer memberi tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan sepak bola final Liga Eropa antara Manchester United dan Villarreal di Gdansk, Polandia, Rabu, 26 Mei 2021. Manchester United memecat Ole Gunnar Solskjaer setelah tiga tahun sebagai manajer setelah kekalahan kelima dalam tujuh pertandingan. - (Kacper Pempel, Pool via AP, File)

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA