Monday, 21 Jumadil Akhir 1443 / 24 January 2022

Pentingnya Survei Antibodi demi Jaga Tren Landai Kasus Covid

Senin 22 Nov 2021 16:59 WIB

Red: Andri Saubani

Warga melintas di samping papan elektronik tentang Covid-19 di Kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (11/11). DKI Jakarta saat ini diyakini sebagai daerah di mana mayoritas penduduknya telah memiliki antibodi Covid-19 sehingga kasus positif Covid-19 dalam tren melandai. (ilustrasi)

Warga melintas di samping papan elektronik tentang Covid-19 di Kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (11/11). DKI Jakarta saat ini diyakini sebagai daerah di mana mayoritas penduduknya telah memiliki antibodi Covid-19 sehingga kasus positif Covid-19 dalam tren melandai. (ilustrasi)

Foto: Antara/Galih Pradipta
Pemerintah diminta tiru India yang rutin gelar survei antibodi terhadap penduduknya.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rizky Suryarandika, Antara

Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama meminta Pemerintah Indonesia rutin melaksanakan survei antibodi atau serologi. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat antibodi masyarakat terhadap Covid-19 setelah program vaksinasi berjalan.

Baca Juga

Tjandra menyebut India salah satu negara yang tren kasus Covid-19 tetap melandai sejak beberapa bulan lalu dengan cakupan vaksinasi di bawah 50 persen seperti Indonesia. Menurutnya, ini terjadi karena sudah cukup banyak penduduk India yang punya antibodi terhadap virus SARS CoV-2 penyebab Covid-19.

 

"India sudah sejak tahun yang lalu secara amat berkala melakukan survei antibodi pada penduduknya, bahkan sudah sampai enam kali di New Delhi dan lima kali di Mumbai, selain yang dilakukan oleh institusi kesehatan lain," kata Tjandra dalam keterangan pers, Senin (22/11).

 

Tjandra menyebut dari data akhir Oktober 2021 menunjukkan 97 persen penduduk New Delhi sudah memiliki antibodi dalam derajat tertentu, baik karena sudah divaksin Covid-19 maupun karena sudah tertular secara alamiah. Angka-angka sebelumnya menunjukkan kenaikan secara bertahap, mulai dari 22,8 persen pada Juli 2020, 28,7 persen pada Agustus 2020, 25,1 persen pada September 2020, 25,5 persen pada Oktober dan 56,13 persen pada Januari 2021.

"Tingginya masyarakat yang sudah punya antibodi ini dapat saja dihubungkan dengan berhasilnya India menjaga kasus Covid-19 nya tetap terjaga rendah sekarang ini," ujar Tjandra.

Oleh karena itu, Tjandra menyarankan Pemerintah RI meniru langkah India dengan meningkatkan kegiatan survei antibodi. Tujuannya meneliti secara lebih mendalam tentang kadar antibodi yang terbentuk sehingga dapat lebih diketahui kadar proteksi yang ada di masyarakat.

"Akan amat baik kalau kita juga secara berkala dan berskala luar melakukan survei antibodi Covid-19 di negara kita, setidaknya di beberapa kota besar. Memang sudah pernah ada laporan beberapa survei seperti ini, tetapi lebih baik kalau terus ditingkatkan dan hasilnya dianalisa dari waktu ke waktu sehingga dapat dilihat perkembangannya," ucap Tjandra.

 

Sebelummya, Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, strategi kebijakan penanganan Covid-19 diambil berdasarkan fakta dan data perkembangan kasus di lapangan. Untuk mengetahui kadar antibodi yang terbentuk di masyarakat baik akibat vaksinasi atau pasca-tertular di tengah tren penurunan kasus, pemerintah  tengah melakukan sero survei.

“Saat ini pemerintah sedang melakukan sero survei untuk mengetahui kadar antibodi yang terbentuk di masyarakat baik akibat vaksinasi atau pasca-tertular,” kata Wiku saat konferensi pers perkembangan Covid-19, dikutip pada Jumat (22/10).

In Picture: Covid Melandai, Jumlah Pengunjung Bazooga Meningkat

photo
Pengunjung melihat koleksi satwa di Bandung Zoological Garden (Bazooga), Kota Bandung, Ahad (21/11). Menurut data pihak pengelola, jumlah pengunjung di Bandung Zoological Garden mengalami peningkatan sekitar 25 persen atau 2.500 pengunjung per hari dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya 1.000 sampai 1.900 pengunjung per hari. Peningkatan tersebut seiring dengan turunnya angka kasus Covid-19 dan status Kota Bandung yang saat ini menjadi PPKM Level 2. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)
 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA