Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Soal Kasus Mafia Tanah, Begini Pandangan Islam

Ahad 21 Nov 2021 17:04 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

mafia tanah. Ilustrasi

mafia tanah. Ilustrasi

Foto: Blogspot.com
Kasus tersebut memiliki kaitan dengan persoalan amanah yang semestinya dipegang erat-

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus mafia tanah Nirina Zubir, yang menyangkut pemalsuan sertifikat tanah dan menyeret Asisten Rumah Tangga (ART) ibu dari selebriti Nirina Zubir, ramai diperbincangkan saat ini. Kasus tersebut memiliki kaitan dengan persoalan amanah yang semestinya dipegang erat-erat.

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), KH Mahbub Maafi Ramdhan menyampaikan, pada prisipnya, amanah dalam Islam adalah salah satu tanda seseorang munafik atau tidak. Orang yang diberi amanah menjadi munafik ketika ia melanggar atau mengkhianati amanah tersebut.

Baca Juga

Rasulullah SAW telah menjelaskan soal ciri-ciri orang munafik. Beliau bersabda, "Jika berkata selalu berdusta, jika berjanji selalu ingkar. Jika diberikan kepercayaan selalu berkhianat. Dan jika memusuhi melampaui batas." (HR Bukhari).

Karena itu, Kiai Mahbub mengingatkan, amanah harus dijalankan sebagaimana mestinya. Bila amanah itu dilanggar, misalnya dengan mengambil hak orang lain dengan cara yang bathil seperti menipu dan memanipulasi sesuatu yang dalam hal ini adalah surat berharga.

Allah SWT berfirman, "Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui." (QS Al-Baqarah ayat 188)

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA