Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Harapan Kader NU untuk Kandidat Ketum PBNU Muktamar Ke-34

Jumat 19 Nov 2021 20:13 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Calon ketum PBNU mesti mempunyai integritas dan manajerial. Ilustrasi

Calon ketum PBNU mesti mempunyai integritas dan manajerial. Ilustrasi

Foto: tangkapan layar wikipedia
Calon ketum PBNU mesti mempunyai integritas dan manajerial

kREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Tantangan bangsa saat ini dan kedepan sangat besar sehingga membutuhkan figur atau tokoh pemimpin umat yang memahami dan mengerti tentang bagaimana membentengi Indonesia dari beragam paham perusak persatuan bangsa.  

Baik yang sudah ada dan berkembang maupun yang masih dalam upaya untuk masuk ke negara Indonesia. Hal ini disampaikan tokoh muda Nahdlatul Ulama Indonesia Timur, Abdul Hamid Rahayan, saat berbincang dengan wartawan, Jumat (19/11). Kebutuhan yang sama juga tak terelakkan bagi calon pemimpin NU yang akan dipilih pada Muktamar ke-34.     

Baca Juga

Hamid mengatakan, sosok pemimpin NU yang bisa menjadi teladan bagi umat dan bangsa, termasuk memiliki kemampuan manajerial yang baik dalam mengelola NU.  

"Dan yang tak kalah penting adalah mampu membangun kebersamaan antara sesama umat Islam (ukhuwah Islamiyah), sesama umat sebangsa (ukhuwah wathaniyah) dan sesama umat manusia (ukhuwah basyariyah)," ujarnya sembari menyatakan semua perbedaan dapat di jadikan sebagai rahmat dalam rangka memajukan bangsa dan negara.   

Lebih lanjut, dia menjelaskan, modal dan pontensi ini penting untuk menekan laju radikalisme dan terorisme yang ternyata masih eksis di Indonesia. Menjadi pertanyaan mengapa teroris dan ajarannya serta doktrinnya yang menyesatkan dapat tumbuh dan berkembang di negara Indonesia. 

Dia menduga, bisa jadi di antara faktornya karena kelemahan negara mencegah warganya terlibat dalam aliran ekstrem. Ini ditambah dengan kurang aktifnya pemimpin ormas Islam menjalankan misi pencerahan kepada umat dan sebagai perekat persatuan umat dan rakyat Indonesia.  

Dia berpendapat, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, karena itu NU sebagai organisasi Islam yang diklaim terbesar, peranan ketua umum PBNU sangat strategis.

Hal ini, kata dia, dalam membatu pemerintah dan negara untuk menciptakan stabilitas  keamanan negara  maupun kemanan dunia internasional. 

"Maka menjadi modal bagi pemerintah untuk membangun dalam suasana damai dan dapat di jadikan dasar untuk meyakinkan dunia usaha di manca negara untuk berinvestasi di Indonesia," kata dia.

Dia berkeyakinan jika Indonesia aman, akan tercipta banyak lapangan pekerjaan, mengurangi jumlah pengangguran, dan memperkecil angka kemiskinan yang tentu dampaknya terhadap peningkatan sumber pendapatan negara dan peningkatan kesejahtraan Rakyat. 

Sehingga apa yang menjadi tujuan Negara dan visi misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dapat terwujud yakni terciptanya stabilitas keamanan Negara dan terwujudnya kesejahtraan rakyat Indonesia. 

"Untuk itu saya mengajak kita semua sebagai warga bangsa Indonesia agar mendoakan semoga memberikan pemimpin yang terbaik bagi NU untuk kebaikan rakyat, serta bangsa dan negara kita tercinta," kata dia.    

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA