Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Korea Ingin Pinjam Jikji, Buku Tertua di Dunia, dari Prancis

Jumat 19 Nov 2021 16:02 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Replika cetakan Jikji, buku tertua di dunia. Buku yang dicetakan dari lembaran logam ini merupakan warisan budaya Korea yang disimpan di Prancis.

Replika cetakan Jikji, buku tertua di dunia. Buku yang dicetakan dari lembaran logam ini merupakan warisan budaya Korea yang disimpan di Prancis.

Foto: EPA
Jikji yang merupakan buku tertua di dunia dengan cetakan logam aslinya punya Korea.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Menteri Kebudayaan Prancis Roselyne Bachelot-Narquin mempertimbangkan untuk meminjamkan Jikji Simche Yojeol, yakni buku tertua di dunia asal Korea yang dibuat dari cetakan logam. Pernyataan itu disampaikannya sebagai tanggapan atas permintaan Menteri Kebudayaan Korea Hwang Hee.

Dilansir Yonhap pada Kamis (18/11), Hwang menyampaikan keinginannya untuk meminjam buku itu dalam pembicaraan mereka di Paris. Keduanya bertemu untuk membahas kerja sama budaya antara kedua negara di kantor Bachelot-Narquin pada Senin (15/11) lalu.

Meski demikian, Bachelot-Narquin mengaku khawatir tentang kemungkinan penyitaan ketika Jikji melawat ke Korea Selatan. Hwang menjelaskan bahwa Seoul menjamin itu tidak akan terjadi karena pihaknya hanya ingin menghadirkan Jikji di pameran di negaranya.

Bachelot-Narquin kemudian menyarankan Korea Selatan untuk meminta konsultasi tingkat kerja dengan Perpustakaan Nasional Prancis, tempat penyimpanan buku Jikji. Buku yang ditulis oleh biksu Baegun ini menceritakan tentang ajaran Zen dari pendeta Buddha besar.

Jikji dicetak oleh dua muridnya di Kuil Heungdeok di Cheongju, yang berlokasi 137 km selatan Seoul, selama era Kerajaan Goryeo pada 1377. Buku itu ada 78 tahun sebelum Alkitab Gutenberg, yakni buku substansial paling awal yang dicetak menggunakan jenis logam di Eropa.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA