Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Israel Tuding Staf di Kediaman Menhan Jadi Mata-Mata Iran

Jumat 19 Nov 2021 12:19 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Petugas kebersihan di rumah Menhan Israel didakwa dengan tuduhan mata-mata Iran. Ilustrasi.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Petugas kebersihan di rumah Menhan Israel didakwa dengan tuduhan mata-mata Iran. Ilustrasi.

Foto: AP/Abir Sultan/Pool European Pressphoto Agenc
Petugas kebersihan di rumah Menhan Israel didakwa dengan tuduhan mata-mata Iran

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Badan intelijen Israel Shin Bet telah mendakwa seorang anggota staf rumah tangga Menteri Pertahanan Benny Gantz dengan tuduhan spionase. Shin Bet pada Kamis (18/11) mengatakan anggota staf rumah tangga menteri pertahanan menawarkan diri sebagai mata-mata untuk seseorang yang diidentifikasi sebagai warga Iran.

Dalam sebuah pernyataan, Shin Bet menyebut tersangka berkorespondensi dengan seseorang yang tidak disebutkan namanya melalui media sosial. Tersangka memberikan foto kediaman Gantz sebagai bukti bahwa dia memiliki akses. Dia juga mengusulkan untuk menginstal malware di komputer Gantz.

Baca Juga

Menurut Shin Bet, tersangka bekerja di kediaman Gantz sebagai petugas kebersihan. Tersangka didakwa atas tuduhan spionase oleh pengadilan di Lod, sebuah kota dekat Tel Aviv. Tersangka ditangkap setelah penyelidikan pada awal bulan ini. Shin Bet mengatakan pelaku berpotensi menimbulkan bahaya bagi keamanan nasional.

"Dia (pelaku) tidak membuka materi rahasia dan kemudian tidak ada dokumen yang diberikan oleh pelaku kepada seseorang yang dia hubungi," ujar Shin Bet dilansir Al Arabiya, Jumat (19/11).

Kantor Pembela Umum, yang menugaskan seorang pengacara untuk membantu tersangka, mengatakan tersangka terpaksa melakukan perbuatan tersebut karena membutuhkan uang. Pelaku tidak bermaksud untuk membahayakan keamanan nasional. Pengacara yang mewakili pelaku, Gal Wolf, menjelaskan pelaku bermaksud mengambil uang tanpa tujuan melakukan spionase apa pun.

 “Seseorang dapat menyombongkan diri dan mengatakan dia dapat mengirimkan barang, (tetapi) pernyataan Shin Bet tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Wolf.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA