Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Pemkot Batu Antisipasi Sebaran Covid-19 di Akhir Tahun

Jumat 19 Nov 2021 04:11 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Pedagang menata sayuran saat Masa Transisi Normal Baru di pasar yang menerapkan sistem ganjil genap sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 di Pasar Oro-oro Dowo, Malang, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). Forum Koordinasi Pimpinan Daerah jatim dan Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang) sepakat memperpanjang Masa Transisi Normal Baru hingga tanggal 13 Juni 2020 karena angka penularan COVID-19 yang masih tergolong tinggi dengan jumlah pasien positif mencapai 210 orang hingga Senin (8/6)

Pedagang menata sayuran saat Masa Transisi Normal Baru di pasar yang menerapkan sistem ganjil genap sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 di Pasar Oro-oro Dowo, Malang, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). Forum Koordinasi Pimpinan Daerah jatim dan Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang) sepakat memperpanjang Masa Transisi Normal Baru hingga tanggal 13 Juni 2020 karena angka penularan COVID-19 yang masih tergolong tinggi dengan jumlah pasien positif mencapai 210 orang hingga Senin (8/6)

Foto: ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
Pemkot Batu telah merekomendasikan untuk melaksanakan pengetatan prokes

REPUBLIKA.CO.ID, BATU--Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Malang, Jawa Timur  telah menyiapkan antisipasi penyebaran Covid-19 di akhir tahun. Hal ini penting dilakukan guna jumlah kasus Covid-19 bisa terkendali dengan baik.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, Pemkot Batu telah merekomendasikan untuk melaksanakan pengetatan dan penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di tempat umum. "Di tempat tujuan wisata, hotel dan sebagainya," ucap Onny dalam pesan teks kepada wartawan, Kamis (18/11).

Baca Juga

Di samping itu, Pemkot Batu juga telah merekomendasikan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan fasilitas layanan kesehatan. Kemudian obat-obatan dan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh RS dan Puskesmas. Terakhir, juga memastikan agar penerapan aplikasi PeduliLindungi bisa benar-benar dilaksanakan di lapangan.

Untuk diketahui, total jumlah kasus Covid-19 di Kota Batu telah mencapai 3.114 orang. Dari jumlah tersebut, 2.864 orang sembuh dan 266 orang dinyatakan meninggal. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam perawatan dan isolasi.

Menurut Onny, kasus positif aktif dua orang terdiri atas warga yang sempat mengunjungi Palembang dan perempuan hamil. Saat ini kondisi keduanya sudah dalam keadaan baik. 

Untuk penularan pasien pertama, Onny berpendapat, kemungkinan tertular selama kunjungan pernikahan di palembang. Kemudian untuk ibu hamil, kemungkinan tertular dari anggota keluarga. Bisa juga dari teman keluarga yang sering berkunjung ke rumah pasien. Onny memastikan, pihaknya sudah melakukan tracing terhadap kontak erat dua pasien aktif. "Dan tidak ditemukan kasus konfirm dari tracing tersebut," ungkapnya.

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA