Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Netanyahu Muncul di Pengadilan untuk Pertama Kali

Rabu 17 Nov 2021 09:49 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan gedung pengadilan Yerusalem, 16 November 2021. Netanyahu kembali ke pengadilan untuk sidang korupsinya, tetapi hakim mengabulkan permintaan pembelaan untuk menunda kesaksian yang sangat dinanti dari mantan dokternya. Netanyahu menghadapi persidangan atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan gedung pengadilan Yerusalem, 16 November 2021. Netanyahu kembali ke pengadilan untuk sidang korupsinya, tetapi hakim mengabulkan permintaan pembelaan untuk menunda kesaksian yang sangat dinanti dari mantan dokternya. Netanyahu menghadapi persidangan atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah.

Foto: EPA-EFE/JACK GUEZ / POOL
Istri Netanyahu disebut menerima gelang mahal dari miliarder dan produser Hollywood.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM --  Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul di pengadilan untuk pertama kalinya pada Selasa (16/11). Netanyahu didakwa melakukan korupsi dan kerap menghindari persidangan selama menjabat sebagai perdana menteri.

Netanyahu memasuki ruang sidang ditemani oleh seorang pengacara yang merupakan putranya, Avner, dan sepasang pendukung dari Partai Likud.  Petugas keamanan yang dikerahkan di sekitar gedung pengadilan jauh lebih kecil daripada sesi sebelumnya, ketika Netanyahu menjabat sebagai perdana menteri.

Baca Juga

Mantan ajudan Netanyahu, Nir Hefetz dijadwalkan memberikan kesaksian dalam persidangan tersebut. Namun pengacara Netanyahu meminta agar sidang ditunda menyusul laporan bahwa saksi lain telah datang dengan bukti baru.

Bukti baru tersebut menyatakan bahwa istri Netanyahu, Sara, telah menerima gelang mahal sebagai hadiah dari miliarder dan produser Hollywood, Arnon Milchan, serta miliarder Australia James Packer. Pengacara Netanyahu berpendapat bahwa mantan perdana menteri dan istrinya memiliki hak untuk mempelajari bukti sebelum Hefetz bersaksi.

Setelah reses singkat, pengadilan menerima permintaan itu dan menunda kesaksian Hefetz hingga Senin pekan depan. Hafetz adalah saksi penuntut utama dalam kasus Netanyahu. Dia memiliki kedekatan dengan Netanyahu selama beberapa tahun, ketika dia menjabat sebagai perdana menteri.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA