Rabu 17 Nov 2021 06:40 WIB

Satgas: Laju Vaksinasi Turun, Jangan Pilah-pilih Merek

Laju vaksinasi mengalami penurunan selama tujuh pekan terakhir.

Vaksin Covid-19. Saat penurunan laju vaksinasi terjadi, Indonesia juga mengalami peningkatan orang yang dirawat akibat Covid-19.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Vaksin Covid-19. Saat penurunan laju vaksinasi terjadi, Indonesia juga mengalami peningkatan orang yang dirawat akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera meningkatkan cakupan vaksinasi. Hal itu penting sebagai salah satu modal menghadapi potensi lonjakan kasus.

"Cakupan vaksin penting sebagai modal menghadapi lonjakan kasus yang mulai terjadi, dan (target) harus diupayakan tercapai sebelum terjadinya lonjakan ketiga," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Baca Juga

Wiku mengemukakan, jika melihat perkembangan kasus di tingkat nasional, terdapat 37 kabupaten/kota di Jawa Bali yang kasusnya meningkat (29 persen) dibandingkan pekan sebelumnya. Ia menyebut, peningkatan ini paling banyak terjadi di Jawa Tengah dengan 14 kabupaten/kota, diikuti Jawa Timur 12 kabupaten/kota, dan Jawa Barat delapan kabupaten/kota.

"Adanya kenaikan kasus ini dibarengi jumlah orang yang dirawat," katanya.

Wiku juga memaparkan, kenaikan jumlah pasien Covid-19 di 43 kabupaten kota di Jawa-Bali (34 persen) paling banyak terjadi di Jawa Tengah dengan 14 kabupaten/kota, Jawa Timur 13 kabupaten/kota, dan Jawa Barat delapan kabupaten/kota. Selain pada tingkat kabupaten/kota, lanjut dia, peningkatan jumlah orang yang dirawat juga terlihat pada data di Wisma Atlet.

Selama sepekan terakhir, jumlah orang yang dirawat meningkat antara 248-273 orang. Padahal, sebelumnya keterisian tempat tidur di Wisma Atlet sudah berhasil ditekan hingga 209 orang.

"Di saat kasus mengalami peningkatan dan sudah semakin banyak orang dirawat, sayangnya laju vaksinasi mengalami penurunan selama tujuh pekan terakhir," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement