Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Drone Emprit: Erick Thohir Bisa Jadi Capres Alternatif

Senin 15 Nov 2021 15:24 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

 Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Foto: Kementerian BUMN
Analis Drone Emprit mengatakan Erick Thohir jadi tokoh populer dibicarakan di Medsos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis Senior Drone Emprit, Yan Kurniawan, mengatakan bahwa Erick Thohir menjadi salah tokoh yang populer dibicarakan di media sosial dalam satu bulan ini. Menurutnya Erick Thohir menjadi calon presiden (capres) alternatif.

"Erick Thohir itu menurut kami bisa jadi calon alternatif, kenapa? karena walaupun di bulan ini beliau itu tanda kutip diserang oleh isu-isu negatif terkait test PCR, namun pembelaan terhadap Erick Thohir juga cukup tinggi," kata Yan dalam diskusi daring, Senin (15/11). 

Baca Juga

Yan menambahan, di sisi lain Erick Thohir juga dinilai memiliki sentimen bagus pada perhelatan G20 kemarin. Tidak hanya itu, Erick juga memiliki hubungan baik yang kuat dengan fans Inter Milan, klub sepak bola yang pernah ia miliki.

"Dan buat orang-orang millennial isu-isu tersebut itu cukup bagus untuk membangun simpati," ujarnya. 

Dalam acara yang sama, Politika Research and Consulting (PRC) merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas capres. Dalam survei tersebut elektabilitas Erick Thohir sebesar 0,7 persen. Sementara nama lain yang juga berpotensi menjadi calon presiden alternatif yaitu Sandiaga Uno (7 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4,5 persen), Ridwan Kamil (4,3 persen), dan Tri Rismaharini (3,2 persen).

Untuk diketahui dari data yang dihimpun Drone Emprit dari tanggal 16 Oktober sampai 14 November, sejumlah tokoh jadi perbincangan publik di media sosial. Tokoh yang paling populer dibicarakan di media sosial yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Luhut Binsar Panjaitan (LBP), Puan Maharani, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Terkait Erick Thohir dan LBP memang dalam satu bulan terakhir ada isu yang menarik baik di media massa maupun di percakapan terkait dengan dua tokoh tersebut yaitu kisruh terkait tes PCR. Selain itu pak LBP juga dalam satu bulan terakhir cukup positif pada isu-isu terkait dengan penanganan corona," terangnya. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA