Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

RI Ikut Pameran Pariwisata Terbesar di Swedia

Jumat 12 Nov 2021 21:03 WIB

Red: Yeyen Rostiyani

Dubes RI untuk Swedia Kamapradipta Isnomo (tengah) diwawancara oleh Project Manager Travel News Market, Henrik Johansson, untuk publikasi di media lokal Swedia, Jumat (12/11).

Dubes RI untuk Swedia Kamapradipta Isnomo (tengah) diwawancara oleh Project Manager Travel News Market, Henrik Johansson, untuk publikasi di media lokal Swedia, Jumat (12/11).

Foto: KBRI Stockholm
Swedia termasuk 19 negara yang turisnya boleh masuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Indonesia berpartisipasi dalam Travel News Market 2021, pameran pariwisata terbesar di Swedia. Acara ini diselenggarakan di Ibu Kota Stockholm. 

Indonesia berpartisipasi dengan dua tujuan utama. Pertama, sosialisasi masuknya Swedia sebagai salah satu dari 19 negara yang turisnya diperbolehkan masuk ke Indonesia. Kedua, memperkuat branding destinasi pariwisata Indonesia di tengah publik Swedia.

"Promosi yang dilakukan KBRI Stockholm dalam pameran ini diadakan pada waktu yang tepat karena tingginya minat wisatawan Swedia yang ingin berlibur untuk melepas kejenuhan selama pandemi, terutama paket-paket wisata yang menawarkan aspek keberlanjutan dan memberikan jaminan kualitas," ujar Dubes RI untuk Swedia Kamapradipta Isnomo, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat (12/11).

Pameran yang diselenggarakan secara tahunan ini sempat dibatalkan pada 2020 karena pandemi Covid-19 dan terganggunya industri pariwisata dunia. Pada pameran tahun ini, Indonesia mengusung tema Sustainable and Quality Tourism.

Sebelum masa pandemi, kunjungan wisatawan Swedia ke Indonesia terus mengalami peningkatan, yaitu dari 51 ribu orang pada 2018 menjadi 56 ribu orang pada tahun 2019. Bahkan, selama pandemi pada 2020, terdapat 17 ribu wisatawan asal Swedia yang tetap berkunjung ke Indonesia. Dengan dibukanya kembali Indonesia bagi turis Swedia, jumlah kunjungan wisatawan Swedia diharapkan kembali tumbuh melebihi angka pada 2019.

"Indonesia dengan beragam seni dan budaya, kuliner serta flora dan faunanya di setiap daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Swedia yang memiliki karakter gemar mencoba hal-hal baru," ujar Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Stockholm, Akbar Makarti.

Pameran Travel News Market pada tahun ini diikuti oleh lebih dari 120 pelaku bisnis sektor parwisata dan negara-negara dari seluruh dunia. Pada pameran ini, KBRI Stocholm bermitra dengan agen perjalanan lokal Swedia yang berfokus pada destinasi wisata Indonesia, yaitu Asien Paradisresor. Paket wisata yang ditawarkan antara lain mencakup eco-adventure, aktivitas olah raga spesifik, seperti berselancar dan bersepeda, serta budaya.

“Saya gembira sekali mendengar berita dibukanya Indonesia untuk wisatawan Swedia. Saya sudah ada rencana membawa grup sebanyak 30 orang ke Bali untuk melakukan wisata spiritual awal tahun depan, seperti yang pernah saya lakukan sebelumnya pada tahun 2019 lalu” ujar Lena Pålsson, pemilik agen perjalanan Go Slow Travel, yang kantornya berbasis di Stockholm. 

Paket yang ditawarkan Go Slow Travel mencakup tiket pulang-pergi Stockholm-Bali, penginapan selama sembilan hari. Paket itu juga meliputi biaya berbagai excursions dan jasa pendamping spiritual ternama asal Swedia, Benny Rosenqvist.

Selama pameran, gerai Indonesia dihampiri berbagai pengunjung agen perjalanan lokal, wakil penerbangan internasional, seperti Finnair, Qatar Airways, dan Aeroflot, majalah cetak dan digital Swedia, serta calon wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai peraturan dan prosedur keimigrasian yang berlaku saat ini.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA