Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Anggota Parlemen Muslim Inggris Dikirimi Email Kebencian

Sabtu 13 Nov 2021 00:15 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Anggota Parlemen Muslim Inggris Dikirimi Email Kebencian

Anggota Parlemen Muslim Inggris Dikirimi Email Kebencian

Foto: Foto : MgRol_93
Ia mendapatkan email tersebut setelah cuti atas kematian neneknya.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Anggota Parlemen Muslim Inggris Zarah Sultana melaporkan telah menerima surat kebencian rasialis yang menyuruhnya kembali ke negara asalnya. Sultana menemukan surat tersebut setelah ia kembali dari cuti kerja atas kematian neneknya.

“Kembalilah ke negara Anda. Anda berada di negara yang bukan milik Anda. Partai Britain First bangkit, kami akan segera mendapatkan kembali peninggalan kami dan tangguh jika Anda tidak menyukainya,” bunyi surat itu.

Baca Juga

Sultana menceritakan kejadian ini dalam akun Twitter-nya @zarahsultana. “Setelah menghabiskan beberapa hari duka, saya menemukan sebuah email kebencian. Perempuan Muslim dalam politik seharusnya tidak menoleransi hal ini,” kata Sultana, dilansir The New Arab, Jumat (12/11).

Britain First terdaftar sebagai partai politik pada September lalu setelah permohonannya disetujui oleh Komisi Pemilihan. Pemimpin kelompok sayap kanan Paul Golding dijatuhi hukuman penjara selama 18 pekan setelah melakukan kampanye kebencian terhadap sekelompok Muslim Inggris pada 2018.

Dia juga dinyatakan bersalah atas pelanggaran teror pada Mei tahun lalu setelah menolak memberikan akses polisi ke perangkat elektroniknya sekembalinya dari perjalanan politik ke Rusia. Cicitan Sultana mendorong pesan solidaritas di platform media sosial, termasuk sesama anggota parlemen Buruh Louise Haigh dan Nadia Whittome.

Sebelumnya, Sultana telah berbicara tentang pengalaman Islamofobia dalam debat parlemen Inggris yang diadakan pada September lalu. “Menjadi seorang wanita Muslim dan menjadi dalam sayap kiri harus menjadi sasaran rasialisme dan kebencian,” ujar dia.

Dalam insiden terpisah pekan ini, pemimpin Muslim wanita pertama Dewan Oldham Arooj Shah mengungkapkan telah menerima ancaman pembunuhan secara teratur sejak mengambil perannya. Pada pertemuan Dewan Oldham Rabu, anggota dewan Partai Buruh menyerukan pengurangan kebencian dan pelecehan pribadi.

“Sebagian besar hal ini didorong oleh kebohongan dan informasi yang salah oleh warna kulit, agama, dan fakta bahwa saya seorang wanita,” kata dia. Selain itu, Shah juga menjadi sasaran awal tahun ini ketika mobilnya dibom di luar rumahnya pada Juli.

https://english.alaraby.co.uk/news/uk-muslim-mp-targeted-racist-hate-mail-amid-bereavement

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA