Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Menag Yaqut: Pramuka adalah Rumah Bersama Generasi Milenial

Kamis 11 Nov 2021 20:08 WIB

Red: Sandy Ferdiana

Menag Yaqut Cholil Qoumas saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan  XV di Jakabaring Sport City Palembang, Kamis (11/11).

Menag Yaqut Cholil Qoumas saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan XV di Jakabaring Sport City Palembang, Kamis (11/11).

Foto: Istimewa
Pramuka mencerminkan semangat kebangsaan dalam mempertahankan NKRI dan Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG  - Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan  XV di Palembang resmi dibuka Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (11/11). Di hadapan ribuan mahasiswa Pramuka Penegak-Pandega dari berbagai provinsi di Indonesia yang hadir secara daring dan luring, Menag Yaqut meminta pramuka menjadi rumah bersama generasi muda dan milenial yang moderat.

 

‘’Pramuka harus bisa menjadi rumah bersama bagi generasi muda yang ingin berkembang, berkarya dan menempa diri. Rancang bangun kegiatan kepramukaan harus mampu menjawab kebutuhan generasi millennial yang akrab dengan teknologi digital," ujarnya.

Menurut Menag Yaqut, nilai-nilai yang telah tertanam di kepramukaan seperti kemandirian, gotong royong, perjuangan hidup, keberanian, dan kepekaan sosial harus mampu ditransformasikan ke dalam perilaku mahasiswa, yang notabene adalah generasi milenial. Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) juga harus mampu menyiapkan dan menyetak generasi muda Indonesia yang memiliki pemahaman dan kapasitas keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.

‘’Dalam persepektif Kementerian Agama, tentu melalui pengarusutamaan Moderasi Beragama. Pemahaman agama yang inklusif, toleran dan damai menjadi keniscayaan di tengah-tengah pluralitas bangsa,'' tuturnya

Yaqut menjelaskan, misi memperteguh semangat kebangsaan salah satunya tercermin pada komitmen mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Hal ini harus diletakan bersama-sama dengan penciptaan suasana keagamaan yang moderat.

‘’PWN PTK XV dirancang tidak saja untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, namun juga perguruan tinggi keagamaan lain,’’ tambahnya. Kata Yaqut, ini merupakan cerminan bahwa kita mempunyai komitmen bersama membangun hubungan yang harmonis lintas iman dan lintas agama.

Dengan tujuan mulia ini, papar Yaqut, Indonesia harus menjadi contoh bagi bangsa lain. Melalui Pancasila, seluruh komponen di dalam bangsa Indonesia memiliki komitmen tinggi terhadap persatuan serta menghormati perbedaan yang ada.

‘’Betapa kita sudah selesai tidak mempersoalkan perbedaan agama, ras, suku dan antar golongan. Semua warga negara bisa hidup bersama, rukun dan damai dalam wadah NKRI. Dan itu dipelopori oleh mahasiswa PTK yang kita cintai ini," katanya.

UIN Raden Fatah Palembang menjadi tuan rumah PWN PTK ke-15. Kegiatan nasional ini mengusung tema ‘Konsistensi dalam Moderasi Beragama, Berkarya untuk Bangsa’. Karena masih dalam kondisi pandemi, perkemahan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Ali Ramdhani menambahkan, PWN di Palembang ini harus menjadi momentum untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan di tengah-tengah keberagaman bangsa.

“Kita merasakan, dunia kepramukaan merupakan ruang yang menyenangkan dan sekaligus fenomenal,’’ tuturnya. Ali menyebutkan, pada Pramuka lekat dengan pengalaman, penghayatan, sekaligus pengamalan yang sarat akan nilai kejujuran, kedisipilinan, kebersamaan, kerja keras, dan kemandirian.

Kegiatan PWN PTK XV 2021 diikuti 1.176 orang. Dari jumlah peserta itu, 444 orang hadir secara luring, 558 orang daring, serta pembina pendamping 116 orang dan pimpinan kontingen 58 orang.

Selain perkemahan, kegiatan lain dalam PWN adalah  pengembangan wawasan, pelatihan dan workshop, pentas seni budaya nusantara, bakti masyarakat, dan pemecahan rekor MURI 25.000 pantun. Acara pembukaan PWN antara lain dihadiri Wakil Gubernur Mawardi Yahya, Sekjen Kemenag Nizar, dan segenap pimpinan PTKIN se-Indonesia.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA