Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Wednesday, 16 Jumadil Akhir 1443 / 19 January 2022

Tokoh Makkah yang Mengakui Kerasulan Nabi Muhammad 

Senin 08 Nov 2021 10:49 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Tokoh Makkah yang Mengakui Kerasulan Nabi Muhammad. Foto: Suasana kehidupan suku Quraisy di Makkah, masa lalu. (liustrasi)

Tokoh Makkah yang Mengakui Kerasulan Nabi Muhammad. Foto: Suasana kehidupan suku Quraisy di Makkah, masa lalu. (liustrasi)

Foto: Dawnofislam film
Teladan Nabi Muhammad membuat mereka masuk Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dari kalangan masyarakat yang diajak oleh Abu Bakar kepada Islam di antaranya Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Talha bin Ubaidillah, Sa’d bin Abi Waqqash dan Zubair bin’l-‘Awwam. Atas ajakan Abu Bakar mereka semua masak Islam.

"Mereka terkenalnya karena ilmunya, karena perdagangannya dan karena pergaulannya yang baik," tulis Husen Haekal dalam bukunya Sejarah Muhammad.

Baca Juga

Kemudian menyusul pula Abu ‘Ubaidah bin Djarrah, dan banyak lagi yang lain dari penduduk Makkah. Mereka yang sudah Islam itu lalu datang kepada Nabi menyatakan Islamnya, yang selanjutnya menerima ajaran-ajaran agama itu dari Nabi sendiri. 

Mengetahui adanya permusuhan yang begitu bengis dari pihak Quraisy terhadap segala sesuatu yang melanggar paganisme, maka kaum Muslimin sembunyi-sembunyi dalam ibadah. Apabila mereka akan melakukan sholat, mereka pergi ke celah-celah gunung di Makkah. Keadaan serupa ini berjalan selama tiga tahun, sementara Islam tambah meluas juga di kalangan penduduk Makkah.  

"Wahyu yang datang kepada Muhammad selama itu makin memperkuat iman kaum Muslimin," katanya.

Masuknya mereka menambah luas dan berkembang dakwah sebenarnya karena teladan yang diberikan Muhammad sangat baik sekali. Ia penuh bakti dan penuh kasih sayang, sangat rendah hati dan penuh kejantanan, tutur-katanya lemah-lembut dan selalu berlaku adil; hak setiap orang masing-masing ditunaikan. 

Pandangannya terhadap orang yang Iemah, terhadap piatu, orang yang sengsara dan miskin adalah pandangan seorang bapa yang penuh kasih, lemah lembut dan mesra. Malam haripun, dalam ia bertahajud, malam ia tidak cepat tidur, membaca wahyu yang disampaikan kepadanya, renungannya selalu tentang langit dan bumi, mencari pertanda dari segenap wujud ini, permohonannya selalu dihadapkan hanya kepada Allah. 

Dia yang menyerapkan hidup semesta ini ke dalam dirinya dan kedalam jantung kehidupannya sendiri, adalah suatu teladan yang membuat mereka yang sudah beriman dan menyatakan diri Islam itu, makin besar cintanya kepada Islam dan makin kukuh pula imannya. 

Mereka sudah berketetapan hati meninggalkan ibadah nenek moyang mereka dengan menanggung segala siksaan kaum musyrik yang hatinya belum lagi disentuh iman. 

Baca juga : Agar Anak-Anak Mencintai Rasulullah Sejak Dini

Saudagar-saudagar dan kaum bangsawan Makkah yang sudah mengenal arti kesucian, sudah menyadari arti kebenaran, pengampunan dan arti rahmat, mereka beriman kepada ajaran Muhammad.

"Semua kaum yang lemah, semua orang yang sengsara dan semua orang yang tidak punya, beriman kepadanya," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA