Stok Mintak Goreng Kosong, Pemkot Belum Bisa Operasi Pasar

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda

Pekerja mengemas minyak goreng curah di Pasar Subuh, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021). Harga minyak goreng curah mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp14 ribu menjadi Rp19.800 per kilogram akibat kurangnya pasokan.
Pekerja mengemas minyak goreng curah di Pasar Subuh, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021). Harga minyak goreng curah mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp14 ribu menjadi Rp19.800 per kilogram akibat kurangnya pasokan. | Foto: Antara/Adeng Bustami

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung belum bisa melakukan operasi pasar untuk sementara waktu di saat harga minyak curah sedang mengalami kenaikan. Harga minyak curah saat ini sebesar Rp 18 ribu, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp 12.500.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah, mengatakan, pihaknya sempat berkoordinasi dengan Bulog Bandung untuk melakukan operasi pasar. Namun perkembangan terbaru, stok minyak goreng kosong.

Baca Juga

"Nggak (operasi pasar), stok minyak gorengnya kosong di Bulog," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/11). Ia menuturkan, pihaknya saat ini tengah mencari produsen minyak goreng yang dapat diajak untuk melakukan operasi pasar. "Kita sedang mencari produsen minyak goreng yang mau diajak operasi pasar," ungkapnya.

Elly menyebut, kenaikan harga minyak goreng curah disebabkan harga minyak mentah di dunia sedang naik. Pihaknya sedang mencari cara agar harga minyak goreng dapat stabil dan masyarakat dapat mengakses dengan harga terjangkau.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengaku heran harga minyak goreng curah yang mengalami kenaikan. Ia pun meminta Kepala Disdagin Kota Bandung untuk segera memantau perkembangan harga minyak goreng.

 

"Saya heran padahal demand gak naik saya pikir gak tersendat juga. Saya minta ke kadisdagin sama tim di lapangan memantau," katanya.

 

Ia melanjutkan pihaknya ingin memastikan agar masyarakat tidak dirugikan dengan kenaikan harga tersebut. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan pihak lain terkait operasi pasar.

Terkait


Kenaikan Harga Minyak Goreng tak Berdampak ke Perekonomian

Ekonom: Pemerintah Harus Atasi Mahalnya Minyak Goreng

UMKM Menjerit, Produsen Ingin Harga Minyak Goreng Fleksibel

Harga Acuan Ekspor Minyak Sawit Periode November Naik

UMKM Minta Pemerintah Intervensi Harga Minyak Goreng

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image