Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Smartfren Gandeng Investor Abu Dhabi Kembangkan Data Center

Jumat 05 Nov 2021 13:45 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha

Seorang siswa menggunakan layanan panggilan video melalui telepon pintar dalam pembelajaran daring sekolah di Pulau Sabira, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Jumat (18/6/2021). Smartfren menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Cloud Computing asal Abu Dhabi untuk membangun pusat data berkapasitas 1.000 megawatt.

Seorang siswa menggunakan layanan panggilan video melalui telepon pintar dalam pembelajaran daring sekolah di Pulau Sabira, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Jumat (18/6/2021). Smartfren menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Cloud Computing asal Abu Dhabi untuk membangun pusat data berkapasitas 1.000 megawatt.

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Pusat data yang dikerjasamakan berkapasitas 1.000 megawatt.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Smartfren menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Cloud Computing asal Abu Dhabi, Group 42 (G42) serta mitra lokal asal Indonesia, PT Amara Padma Sehati (APS). Kerja sama ini dibuat untuk menyelenggarakan pusat data berkapasitas 1.000 MegaWatt (MW) di Indonesia.

Chairman & CEO, Sinar Mas Telecommunications & Technology Franky Oesman Widjaja menjelaskan Smartfren memahami pentingnya pusat data sebagai tulang punggung perkembangan industri digital di Indonesia. Kerja sama ini merupakan salah satu langkah Smartfren mengembangkan fasilitas kepada para pelanggan.

"Kami optimistis, kerja sama ini akan mewujudkan pembangunan pusat data di tanah air dan menjaga kedaulatan data nasional yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia. Selain itu, berkembangnya pusat data ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, juga akan memacu inovasi sektor industri 4.0 di tanah air," ujar Franky, Jumat (4/11).

Smartfren dan perusahaan afiliasinya Moratel yang bergerak di penyedia konektivitas berbasis fiber optic, akan berkolaborasi dengan APS dan G42 yang akan berperan sebagai mitra strategis. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, kolaborasi ini diharapkan akan meningkatkan ketahanan, keamanan dan kedaulatan data nasional.

Saat ini kebutuhan pusat data di Indonesia berkembang sangat pesat. Pembangunan infrastruktur pusat data di dalam negeri yang memadai menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan. Dengan menggunakan pusat data yang berada di dalam negeri akan memberi kemampuan untuk akses data yang lebih mudah, cepat dan aman dan akan melengkapi serta memperkuat ekosistim digital untuk mendukung pengembangan ekonomi digital yang sangat pesat serta menciptakan lapangan kerja yang besar dibidang digitalisasi dan industri 4.0.

Hal ini, merupakan kunci perwujudan ketahanan, keamanan dan kedaulatan data nasional menuju ekonomi digital Indonesia, tambah Franky. CEO G42 Peng Xiao, sebagai investor asal Abu Dhabi tersebut menilai kerjasama dengan Smartfren merupakan pengembangan strategis infrastruktur digital Indonesia sesuai dengan standar internasional tertinggi untuk desain fasilitas, operasi, serta privasi dan keamanan data.

"Dengan kemampuan kami dalam hal Cloud Computing, kami di G42 senang dan siap bekerja sama dengan Smartfren serta mitranya untuk mendukung pengembangan strategis infrastruktur digital Indonesia," ujar Peng Xiao.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA