210 Siswa dan Guru yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Rep: fauzi ridwan/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah pelajar mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di SD Plus Al Ghifari, Jalan Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (2/11). Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bandung sebanyak 50 sekolah ditutup sementara akibat persentase kasus Covid-19 diatas angka lima persen dari hasil tes acak PCR. Sementara itu terdapat 49 sekolah dengan persentase kasus Covid-19 1-5 persen, 91 sekolah dengan persentase kasus Covid-19 0 persen dan 22 sekolah masih menunggu hasil tes acak. Foto: Republika/Abdan Syakura
Sejumlah pelajar mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di SD Plus Al Ghifari, Jalan Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (2/11). Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bandung sebanyak 50 sekolah ditutup sementara akibat persentase kasus Covid-19 diatas angka lima persen dari hasil tes acak PCR. Sementara itu terdapat 49 sekolah dengan persentase kasus Covid-19 1-5 persen, 91 sekolah dengan persentase kasus Covid-19 0 persen dan 22 sekolah masih menunggu hasil tes acak. Foto: Republika/Abdan Syakura | Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung melaporkan sebanyak 210 siswa dan guru yang ikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dan sempat terpapar Covid-19 kini dinyatakan sembuh hingga Kamis (4/11) kemarin. Sedangkan sebanyak 55 orang lainnya masih melakukan isolasi mandiri (isoman).

"Sudah selesai isolasi dan sembuh 210, masih isolasi 55," ujar Kepala Dinkes Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara saat dikonfirmasi, Jumat (5/11). Ia melanjutkan, total sekolah yang sudah dilakukan pemeriksaan tes PCR sebanyak 214.

"Jumlah sampel yang sudah diperiksa 8.157. Hasil positif  265 dan negatif 7.892," ungkapnya. Ahyani mengatakan mereka yang positif Covid-19 terdiri dari siswa 244 orang dan guru 21 orang.

Ia melanjutkan, sebanyak 54 sekolah memiliki hasil tes PCR diatas 5 persen sedangkan diatas 1 hingga 5 persen sebanyak 53 sekolah dan 0 persen 107 sekolah. Terkait dengan adanya kenaikan kasus Covid-19, ia menyebut hal tersebut karena surveilans kepada kontak erat.

Ahyani meminta masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan setiap beraktivitas. Terkait kenaikan kasus, ia mengatakan hal tersebut berasal dari surveilans yang dilakukan kepada kontak erat siswa dan guru yang positif Covid-19. "Sama dengan sebelumnya (kasus naik), lasus positif dati hasil surveilans PTM dan kontak erat," ujarnya.

Ia mengatakan surveilans terhadap siswa dan guru yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) telah selesai dilakukan. Saat ini yang dilakukan yaitu menyisir mereka yang melakukan kontak erat.  "Surveilans sudah sedang menyisir kontak erat," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Disdik Bogor: Patokan PTM Bukan PPKM tapi SKB Empat Menteri

Pasien Positif Covid-19 di DIY Tambah 89 Orang

Polisi Terus Pantau Tarif Baru Tes PCR

Warga Diminta Laporkan Tes PCR Di Atas Rp 300 Ribu

Tanggapan DPR Soal Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image