Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

BI: Kredit UMKM Sumut Capai Rp 58,9 Triliun

Sabtu 30 Oct 2021 23:40 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

UMKM (ilustrasi). Penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatra Utara naik 3,06 persen atau sudah mencapai Rp 58,9 triliun pada September 2021 dengan risiko gagal bayar menurun.

UMKM (ilustrasi). Penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatra Utara naik 3,06 persen atau sudah mencapai Rp 58,9 triliun pada September 2021 dengan risiko gagal bayar menurun.

Foto: UGM
Kredit UMKM di Sumut naik 3,06 persen dengan risiko gagal bayar menurun

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatra Utara naik 3,06 persen atau sudah mencapai Rp 58,9 triliun pada September 2021 dengan risiko gagal bayar menurun.

"Sejalan dengan menurunnya penderita COVID-19, kredit UMKM di Sumut bergerak naik terus. Posisi September kredit UMKM Sumut sudah Rp 58,9 triliun," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Soekowaedojo di Medan, Sabtu (30/10). Kredit UMKM itu naik dibandingkan posisi September 2020 yang masih Rp57, 21 triliun atau posisi Juni 2021 yang sebesar Rp 58, 71 triliun.

Menurut dia, kenaikan kredit UMKM itu sejalan dengan menurunnya penderita COVID-19 yang mendorong bergeraknya ekonomi Sumut."Kenaikan penyaluran kredit itu semakin menggembirakan karena diikuti turunnya NPL, "katanya.

Posisi September 2021, non performingloan(NPL) kredit UMKM tinggal 4,85 persen dari September 2020 yang 4,93 persen atau di Juni 2021 yang sebesar 4,90 persen."NPL masih di bawah batas aman dan diyakini semakin turun karena ekonomi. mulai membaik dan adanya berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung UMKM,"katanya.

NPL semakin bisa dikendalikan karena program restrukturisasi kredit yang dilakukan pemerintahDia mengakui, pangsa pasar penyaluran kredit UMKM di tahun 2021 masih terbesar di usaha menengah dan kecil. Pangsa pasar kredit UMKM di usaha menengah sebesar 40 persen, kecil 33 persen dan mikro 27 persen.

"Pemerintah terus mendorong agar penyaluran kredit bisa semakin besar ke usaha mikro dan kecil sehingga usahanya semakin berkembang menjadi usaha menengah,"katanya.

Soekowardojo menyebutkan, penyaluran kredit UMKM yang tumbuh sekitar 3 persen itu sama dengan pertumbuhan penyaluran kredit secara umum.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA